Posted in Uncategorized

Bika Bogor Talubi, Oleh-oleh Khas Bogor dengan Kelembutan yang Menggoda

Postingan pertama di tahun 2017.


Apa sih yang ada dalam pikiran kamu kalau mendengar kata “Bogor”? Kota Hujan, udara sejuk, atau liburan? Sepertinya kita memang teringat akan tiga hal itu ya kalau membicarakan tentang Bogor. Dan memang sepertinya Bogor, khususnya Puncak, selalu menjadi salah satu destinasi wisata favorit saat liburan ataupun weekend. Terlebih untuk warga Jakarta, dengan jarak yang tidak terlalu jauh, Bogor sering dijadikan short vacation untuk sejenak menikmati udara sejuk dan menghindari kesibukan Jakarta.

Nah selain wisata dan udara sejuk, ada lagi nih yang merupakan khas kota Bogor, yaitu Bika Bogor Talubi, Si Lembut yang Menggoda, oleh-oleh khas Bogor! Sesuai namanya- Talubi- bika Bogor ini terbuat dari Talas dan Ubi. Sudah tahu kan kalau Bogor itu juga terkenal dengan talasnya? Nah, Bika Bogor Talubi ini ingin mengangkat cita rasa lokal dengan tampilan yang apik.

Sebagai orang yang lahir dan besar di Medan, kota yang terkenal dengan Bika Ambon sebagai makanan khas-nya, tentu saja saya sangat penasaran dengan Bika Bogor. Dan saat kami ke Puncak Maret 2016 lalu, kami singgah ke salah satu outlet mereka. Nah, yang jalan-jalan ke Puncak pas liburan akhir tahun kemarin sudah mencicipi Bika Bogor, belum? Atau ada yang belum tahu tentang Bika Bogor, boleh deh diterusin bacanya.


CITA RASA & TAMPILAN

Berbicara tentang makanan, maka bisa dibilang rasa adalah hal utama yang dinilai. Bika Bogor Talubi ini memiliki cita rasa manis yang pas dan kelembutan yang menggoda. Iya, manisnya itu pas, tidak terlalu manis sampai membuat eneg kalau dimakan. Dan yang paling memikat adalah kelembutannya. Terasa lembut banget di lidah ataupun saat digigit, tapi juga nggak lengket. Beneran bikin nggak pengen berhenti makannya, deh.

Selain rasa, estetika penampilan juga sangat berpengaruh ya untuk penilaian menarik atau tidaknya makanan. Nah, Bika Bogor Talubi memiliki penampilan yang simple dengan dua pilihan bentuk yaitu memanjang (balok) ataupun yang mini seperti mangkuk-mangkuk kecil. Namun bentuknya yang simple dengan warna-warna natural ini yang membuat Bika Bogor Talubi terlihat sangat menggugah selera. Coba deh kamu lihat foto-fotonya di instagram, pasti bikin kamu ingin langsung mencicipi.


HARGA & VARIAN

Bika Bogor Talubi memiliki varian rasa: Bika Bogor Talas, Bika Bogor Coco Pandan, Bika Bogor Nangka, dan Bika Bogor Ubi Madu. Dan ada tersedia juga Mini Bika yang dalam satu kotak isinya 10 pcs terdiri dari dari tiga varian (Talas, Coco Pandan, Nangka).

Selain Bika, di Bika Bogor juga ada Lapis Talubi Original, Lapis Talubi Coklat, Lapis Talubi Green Tea, dan Brownies Kukus Talas Original yang rasanya juga tidak kalah enak dengan bikanya. Dan di Bika Bogor juga ada donat, loh!

Lengkap banget kan varian-nya. Dan berbagai varian ini bisa kamu dapatkan dengan harga terjangkau.

Berikut daftar harganya:

  • Bika Bogor Rp 35.000 (Rasa Coco Pandan, Talas, Ubi, Nangka)
  • Lapis Talubi Rp 29.000 (Lapis Talubi Original, Lapis Talubi Cokelat, Lapis Talubi Green Tea)
  • Brownies Rp 32.000 (Brownies Kukus Talas Original )
  • Mini Bika Rp 29.000 (1 Kotak 10 pcs Rasa Pandan, Talas, Nangka)



KUALITAS BAHAN & PROSES PEMBUATAN

Rasa enak dan harga terjangkau. Kualitasnya? Bika Bogor Talubi menggunakan bahan-bahan yang alami dan berkualitas. Talas asli Bogor untuk bahan baku Bika Talas, ubi untuk Bika Ubi Madu, dan untuk Bika Coco Pandan dan Bika Nangka menggunakan bahan kombinasi. Dan yang paling penting, Bika Bogor Talubi tidak menggunakan bahan pengawet, makanya hanya bertahan selama 4 hari. Camilan yang sehat, kan!

Proses pembuatannya juga higienis. Berikut foto-foto proses pembuatan Bika Bogor Talubi.



Bika Bogor Talubi saat ini memiliki 3 outlet di Bogor. Kalau kamu tidak berdomisili di Bogor dan tidak sedang berpergian ke sana tapi pengen makan Bika Bogor Talubi? Bika Bogor juga melayani pemesanan online.

Alamat:

  • Jl. Raya Gadog, Sebelah Vimala Hills, (Puncak-Bogor)
  • Jl. Padjajaran 20 M Bogor
  • Jl. Soleh Iskandar No 18 B Bogor.

Contact Person:
Pin bb: TALUBI
Line: @bikabogor
Telp/SMS/WA: 0888-4829-626

Sebagai camilan yang enak dan sehat, Bika Bogor Talubi tentu bisa menjadi pilihan untuk oleh-oleh ataupun dimakan bersama keluarga dan teman-teman. Dan yang punya resolusi hidup sehat di tahun 2017, Bika Bogor Talubi yang tanpa bahan pengawet ini cocok banget dijadikan salah satu pilihan camilan. Liburan akhir tahun memang sudah berakhir, tapi kita masih punya banyak akhir pekan untuk berkumpul bersama keluarga ataupun teman-teman. Selamat menyambut akhir pekan!


Photo Credit: Instagram Bika Bogor Talubi @bikabogor

Posted in Chit Chat

Goodbye and Thank You, 2016!

image

Last day in 2016! Time flies. It feels like yesterday when 2016 began. Yes, 2016 has gone so fast to me. It was just a fine year. Some good things, some bad things. Some laughters, Some tears. One thing for sure, 2016 has taught me many things, given me so much lessons. So, I want to say alhamdulillah, thank you Allah for your blessings.

I’m not the type of person who always makes resolutions. My only hope is I can be the better person, the better version of me in every way. Not only think about dreams, but also find a way to achieve them. Not only think about myself, but also think to share. Despite not having any certain resolution, I still make a list of my plans or what things I want to do in 2017, including about blogging. Hopefully it can motivate me to do more.

Talking about blogging, I am actually still confused of what the niche of my blog is. It seems I talk about everything here. I write what I want, lol. I know I know I should’ve decided what my blog should be, not just write. But, I don’t want to think too hard about it. I want to be consistent in posting first. And so grateful I managed to post regularly in the past few months. Although I rarely posted in the early 2016, I finally managed to post once a week since September. Hey, that’s already a progress, isn’t it?!

So, in 2017, I want to be more consistent. Nope, I’m not saying I will post like everyday. Probably still once a week, or twice a week maybe? I don’t know, let’s see. But I hope I post my writings at least once a week. I actually have written some topics that I want to share here, but still in the waiting list. So I hope I can post them in 2017. Btw, I also want tidy up my blog appearance, such as theme, categories, menu, etc. But the most important is I want to write the better contents.

Well, the lovely (hopefully) 2017 is coming. I don’t only wish for happiness, but also how to be stronger in facing any obstacles, and can rise after every sadness. Good bye 2016, thank you so much for the memories and lessons. And welcome 2017, let’s be friends!

Sorry for rambling, hahaha. I hope you all have a quality time whatever you do at this moment, spending time with your family, friends, or even still at work. Enjoy your last minutes in 2016. Let’s start this year with basmalah, may Allah always bless us, aamiin. And what’s your hope in 2017?

Special wish, HAPPY BIRTHDAY SIR ALEX FERGUSON! He turns 75 today, wow!

Posted in Fiction

Surat Untuk Ayah

image


Aku masih berumur empat tahun saat ayah pergi untuk selamanya, meninggalkan aku dan bunda. Saat itu aku menangis, tapi aku menangis karena kukira ayah sakit, dan aku merasa marah karena ayah hanya diam saja saat kuajak bicara, tidak menanggapi saat kuajak bermain. Lalu kulihat banyak orang berdatangan, keluargaku, tetangga-tetanggaku, dan entah siapa lagi. Aku melihat bunda menangis, begitupun semua orang yang datang. Ayah dibaringkan di tengah ruangan, dan orang-orang membaca surat Yasin. Bunda kemudian mengatakan padaku bahwa ayah telah meninggal.

“Ayah sudah meninggal, Nak. Ayah sudah dipanggil oleh Allah.” ucap bunda terisak sambil membelai rambutku.

Aku hanya diam saja. Aku belum sepenuhnya mengerti. Aku tahu bahwa seseorang yang meninggal itu adalah orang yang sudah pergi meninggalkan hidup kita. Tetapi aku belum paham benar bentuk kepergian itu. Ketika jasad ayah dimasukkan ke liang lahat dan orang-orang menimbunnya dengan tanah, aku menangis sejadi-jadinya. Dan saat itu kulihat bunda tak sadarkan diri.

Sepeninggal ayah, bunda jatuh sakit. Tetapi kemudian bunda berusaha tegar demi aku. Ia mencoba menjalani hidupnya kembali walaupun terasa berat. Mencoba menjalani peran barunya sebagai single-parent.

“Bunda, apa kita bisa bertemu dengan ayah lagi?” Tanyaku suatu hari.

“Bisa, Nak. Makanya Khanza rajin shalat, mengaji dan belajar ya, Nak. Berdoa buat ayah. Insya Allah, nanti kita dipertemukan dengan ayah lagi di surga.” Bunda dengan sabar menjelaskan padaku.

Tetapi hari-hari berikutnya aku semakin merindukan ayah. Hari demi hari bunda dengan sabar membujukku, menyemangatiku untuk terus rajin shalat, mengaji, dan belajar. Saat itu aku sudah akan memasuki Sekolah Dasar, aku sudah lancar membaca dan menulis.

Aku menangis sesenggukan saat ulang tahunku yang kelima. Biasanya, ayah selalu menyiapkan kue ulang tahun kesukaanku, membelikan boneka cantik dan menyanyi untukku. Tapi di hari itu, ayah tidak ada. Kue ulang tahun sudah disiapkan bunda. Pun dengan pesta bertemakan Snow White yang semarak yang dihadiri oleh sanak saudara dan teman-temanku yang membawa banyak kado. Tapi, aku tetap tidak bisa tersenyum, karena aku sangat merindukan ayah. Bunda, yang seperti malaikat, selalu membujukku dengan sabar, tak pernah marah padaku.

Setelah semua tamu pulang, aku memeluk bunda.

“Bunda, Khanza sudah shalat, mengaji, dan belajar. Tapi Khanza sangat rindu ayah. Khanza ingin bertemu ayah.” Aku menangis.

Bunda menghapus air mataku dan menatapku tersenyum.
“Ini kan ulang tahun Khanza, Khanza tulis surat buat ayah ya.” Ucap bunda.

“Surat?” Keningku berkerut.

“Iya. Tulis semua yang ingin Khanza bilang ke ayah. Khanza tulis kalau Khanza merindukan ayah, ingin bermain bersama ayah lagi, dan berjanjilah pada ayah bahwa Khanza akan selalu jadi anak yang baik, bahwa Khanza akan mencapai semua cita-cita Khanza. Khanza tulis suratnya di setiap ulang tahun Khanza.” Jelas Bunda sambil membelai rambutku. Aku melihat matanya berkaca-kaca.

“Tapi ingat ya, janji-janji yang Khanza tulis di surat harus Khanza tepati.” Bunda menjawil hidungku.

“Tapi, Bunda, bagaimana ayah bisa membacanya?” Tanyaku penasaran.

“Allah yang akan menyampaikannya, Sayang.” Bunda tersenyum. Mataku berbinar, lalu memeluk bunda. Aku sangat menyayanginya.

Malamnya aku menulis surat. Aku menyobek selembar kertas dari salah satu buku tulisku yang berwarna-warni bergambar Snow White, karakter kartun kesukaanku. Aku menulis semua kerinduanku pada ayah. Bercerita tentang bunda hingga tentang teman-temanku di sekolah. Dan tak lupa, seperti yang bunda katakan, aku menulis janji-janjiku untuk setahun ke depan. Aku berjanji aku akan selalu rajin shalat dan mengaji. Akan selalu tekun belajar agar nilaiku selalu baik. Dan aku akan menuruti nasehat bunda, dan tidak melawan perkataanya.

Aku kemudian memasukkan suratku ke dalam amplop kecil yang dibelikan bunda. Dan aku memasukkan surat itu ke dalam sebuah kotak bekas tempat perhiasan bunda yang bunda berikan padaku, lalu kusimpan ke dalam laci meja belajarku. Malamnya aku tidur dengan nyenyak, dan aku bermimpi bertemu dengan ayah. Ayah, bunda, dan aku bermain bersama di taman bunga yang sangat indah.

Sejak saat itu, setiap tahun tepat di hari ulang tahunku, aku selalu menulis surat untuk ayah. Tentang kerinduanku, bercerita tentang pengalaman-pengalamanku, hari-hari yang kulewati bersama bunda ataupun teman-temanku. Juga tentang janji-janji dan rencana-rencanaku di tahun lalu, yang mana yang yang berjalan baik, yang mana yang masih harus kuperbaiki. Dan tidak lupa, seperti biasa, aku menuliskan janji-janji dan rencana-rencanaku untuk tahun berikutnya.

Ya. Aku tahu bahwa surat itu tidak akan mungkin dibaca ayah. Dan seperti yang Bunda bilang, bahwa Allah yang akan menyampaikannya, aku tidak terlalu paham akan hal itu. Tapi satu hal yang pasti, aku dapat mengobati kerinduanku kepada ayah dengan menulis surat-surat itu.

Dan saat ini aku sudah duduk di kelas 6, aku tidak merasa perlu menulis surat-surat itu lagi. Aku pikir aku sudah cukup besar untuk mengerti bahwa tentang surat itu hanya cara bunda agar aku tidak merasa sedih akan kepergian ayah saat aku masih kecil. Tapi sekarang aku sudah besar. Aku masih sedih jika mengingat kepergian ayah, dan akan selalu merindukannya, tetapi aku sudah tahu bagaimana caraku untuk mengatasi kesedihanku tanpa surat-surat itu.

“Bunda, Khanza tidak akan menulis surat untuk ayah lagi.” Ujarku saat aku dan bunda duduk menghadap meja makan, ingin menyantap makan siang. Aku melihat kalender. Besok adalah hari ulang tahunku yang ke sepuluh.

“Kenapa, Nak?” Tanya bunda.

“Bunda, ayah kan tidak mungkin membacanya.”

Bunda tersenyum. “Iya, Nak. Memang ayah tidak bisa membacanya.”

“Lalu apa?” sergahku cepat. “Bunda mau bilang kalau Allah yang akan menyampaikannya? Bunda, Khanza sudah besar. Khanza tahu, saat itu Bunda cuma berbohong kan agar Khanza tidak sedih.”

Bunda menghela napas, “Bunda tidak bohong, Sayang.”

Bunda lalu tersenyum.
“Saat itu Bunda memang menyuruh Khanza menulis surat agar Khanza tidak sedih.” Lanjut bunda. Aku hanya diam saja mendengarkan.

“Tapi lebih dari itu, Bunda ingin kamu menulis janji-janji kamu di surat itu agar kamu selalu termotivasi untuk selalu berbuat baik dan menjadi seperti apa yang kamu janjikan di surat itu. Nah, karena kamu berjanji akan selalu menjaga shalat, rajin mengaji dan belajar serta selalu berbuat baik, tentu kamu akan menepatinya kan, Nak? Doa kamu akan sampai kepada ayah karena doa anak yang saleh/saleha akan sampai kepada orang yang meninggal, begitu janji Allah, Nak. Itu yang Bunda maksud bahwa Allah yang akan menyampaikannya.” Bunda tersenyum lagi.

Aku tertegun, mencerna kata-kata bunda.

“Dan Bunda senang kamu selalu menepati janji-janji kamu persis seperti apa yang kamu tuliskan dalam surat-surat kamu.”

“Darimana Bunda tahu? Bunda baca surat-surat Khanza?” selama hampir enam tahun setelah kepergian ayah aku benar-benar tidak pernah menanyakan apakah bunda pernah membaca suratku atau tidak. Aku selalu menyimpan kotak yang berisi surat-suratku itu dengan baik walaupun meja belajarku telah diganti dengan yang baru.

“Iya, Sayang. Setiap tahun, bunda selalu membaca surat-surat yang kamu tulis, setelah kamu tidur. Maaf ya Nak, Bunda tidak bilang. Soalnya Bunda takut kamu malu, kamu kan banyak memuji Bunda di surat kamu.” Bunda tertawa, “Terus, kamu juga lebih banyak bercerita tentang si cowok pintar di sekolah kamu yang kamu kagumi itu di surat untuk ayah daripada sama Bunda, kan?” Bunda menggodaku.

“Ih, Bunda…” Aku kemudian memeluk bunda manja. Aku merasa bersalah tadi sempat berbicara agak keras pada bunda. “Maaf ya Bunda, tadi Khanza marah sama Bunda,” ujarku.

Bunda mengangguk tersenyum lalu membelai rambutku. “Sekarang terserah Khanza mau nulis surat lagi atau tidak di setiap ulang tahun. Bunda yakin, tanpa surat itu pun, insya Allah, Khanza akan selalu jadi anak yang baik.”

Ucapan bunda membuatku terharu dan tanpa sadar menitikkan air mata. Aku kemudian mencium kening dan pipi Bunda. Terima kasih ya Allah, telah memberikan aku seorang ibu yang hebat seperti dia.

Aku melirik jam dinding. Pukul 00.01 WIB. Selamat Ulang Tahun, Khanza Sayyidina!

Aku mengambil selembar kertas binder, masih dengan karakter kesukaanku, Snow White. Aku menulis surat. Setelah selesai, aku melipatnya, memasukkannya ke dalam amplop, lalu kuletakkan ke dalam kotak bersama surat-surat lain di laci meja belajarku. Lalu aku beranjak tidur.

Assalamualaikum, Ayah. Ayah, hari ini Khanza berulang tahun yang ke-10. Khanza sudah besar kan, Ayah? Ini surat Khanza yang ke-5 setelah kepergian ayah. Khanza tidak tahu setelah ini, apakah Khanza akan menulis surat lagi atau tidak. Tapi Ayah, insya Allah, Khanza tidak akan pernah lupa pada janji-janji Khanza untuk selalu menjadi anak yang baik dan selalu menyayangi bunda. Khanza janji, Khanza akan selalu bersemangat dalam menjalani hari-hari Khanza agar suatu saat Khanza bisa menggapai semua cita-cita Khanza.

Tidur yang tenang, Ayah. Khanza dan Bunda akan selalu menyayangi Ayah, dan Ayah akan selalu ada di hati kami.

Love,
Khanza

🌸🌸🌸


Dedicated to my father who passed away four years ago. Rest in peace, Dad. May Allah grant you a place in jannah, aamiin. Miss you a lot, Dad. We love you, and you’ll always be alive in our heart.

And Happy Mother’s Day to my mom. Thank you for always being there for me, your childish and stubborn girl. May Allah always bless you, aamiin. I love you more than the words I can describe. Selamat Hari Ibu, Bunda!

P.S. Cerpen ini pernah saya post di sini, blog saya yang lain yang saya buat rencananya khusus untuk fiksi. Tapi sampai sekarang baru 2 cerpen yang saya post. 😦

Posted in Football

Let’s Get Behind Timnas!

image
Credit: twitter com/mytomkins

Football again!

But this time is different! I’m not going to talk about Manchester United or Premier League whatsoever, but it’s time for Indonesian National Team (Timnas)!

As we know, after a long and not easy journey, Indonesia goes to AFF 2016 final and will play against Thailand in the first leg of final tonight at Pakansari Stadium, Bogor, Indonesia. Yeah, we made it! I am so excited yet nervous at the same time!

I don’t want to be over excited, but I seriously can’t describe my feeling. And I know all of you are excited too. Whether you watch at the stadium or at home, whether you are football fans or not, I know we all support our team. Because Timnas play for Indonesia. So, I was a bit upset when I saw that some people were unnecessarily complaining about the stadium. You know that GBK is still under renovation and after many considerations, Pakansari Stadium was chosen. And worse, some people also say that they won’t support Indonesia- their own team- because they are sure that Indonesian team will also fail this time and will never win. You underestimate your own team, mate. Pathetic.

Okay, I don’t want to waste my energy to talk about those bitter people. Yes right, that Indonesia have never won AFF Cup. Yes right, it’s gonna be a very tough game against Thailand. But, do those things make you underestimate your own team? Do those things make you doubt your team and refuse to support them? Sigh.

Well, let’s stop talking about unnecessary things, stop complaining, just get behind our team. It is not just about football, it is about the pride of Indonesia, because the team will be playing in the name of Indonesia. Let’s unite, Indonesian! And for Timnas, don’t think too much about our excitement, just do your best! Win or lose, we will always support you.

Anyway, the game is only 1 hour to go. COME ON, INDONESIA! 🙌

Update

Leg 1
FT: INDONESIA 2-1 THAILAND
(Indonesia: Rizky Pora 64′ Hansamu 70′)
(Thailand: Teerasil 33′)

Leg 2
FT: THAILAND 2-0 INDONESIA (Chattong 37′ 47′) Agg 3-2

Posted in Uncategorized

Belajar Menjadi Orang yang Bermanfaat Melalui Hobi

Berbicara tentang hobi, maka akan menjadi pilihan sulit bagi saya untuk menentukan mana hobi yang paling saya minati. Karena saya punya banyak hobi. Makanya blog saya ini isinya “gado-gado”, mulai dari tulisan tentang sepakbola sampai tentang jalan-jalan. Tapi saya pilih saja ya tiga hobi yang ingin saya ceritakan di sini yaitu menulis, menggambar, dan crafting.

Menulis

Saya suka membaca sejak kecil, mungkin karena itulah saya jadi suka menulis. Karena hobi menulis maka saya membuat blog ini. Saya juga suka menulis fiksi. Ada beberapa cerpen yang saya posting di blog ini. Saya juga mencoba menulis novel, ada beberapa draft tulisan tapi belum ada yang selesai. Sepertinya saya harus lebih mendisplinkan diri untuk menulis, karena salah satu keinginan saya adalah menjadi penulis. Nah kalau untuk puisi awalnya saya tidak terlalu berminat. Tapi saya mulai menulis puisi di blog ini saat ikut berpartisipasi dalam program YouthCareID membuat tulisan tentang Palestina yang kemudian dijadikan e-book dan hasil penjualannya disumbangkan ke Palestina saat itu. Puisi saya untuk Palestina bisa dilihat di sini.

Cerita lain saya tentang menulis puisi yaitu bulan September lalu saya ikut kompetisi menulis puisi Qurani Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia), dan puisi saya menjadi salah satu dari 100 puisi terpilih dari 1.195 kontributor seluruh Indonesia. Launching buku antologi puisinya diadakan saat milad Parmusi yang saat itu juga dihadiri oleh wakil presiden, Bapak Jusuf Kalla. Tapi saya tidak bisa hadir saat itu, jadi bukunya dikirim ke alamat saya. Saya tidak menyangka bisa terpilih pasalnya dari 100 pemenang itu, saya lihat biodatanya, pesertanya banyak para pujangga dan orang-orang yang memiliki nama besar di dunia puisi, yang karyanya sudah dimuat di berbagai media dan sudah menerbitkan buku. Sedangkan saya baru belajar menulis.

Menggambar

Hobi menggambar saya sudah terlihat sejak kecil. Saya suka banget menggambar dan mewarnai. Keluarga, teman, dan guru sering bilang kalau saya punya keterampilan menggambar. Saya suka menggambar apa saja, mulai dari manusia, pemandangan, sampai desain busana. Beberapa tahun belakangan saya lebih sering menggambar manga karena saya juga suka membaca komik.

Namun belakangan, saya jarang menggambar lagi. Pasalnya setelah saya baca-baca artikel saya baru tahu kalau menggambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan) tidak diperbolehkan dalam Islam. Namun ada ketentuannya juga seperti diperbolehkan jika tidak disertai wajah, untuk lebih jelasnya baca saja artikel di situs-situs Islam ya, karena saya juga belum begitu paham untuk menjelaskan. Jadi karena masih ragu saya memilih untuk tidak menggambar manga sekarang ini, namun saya ingin lebih mencari tahu lagi tentang hukum dan pemahaman tentang menggambar makhluk bernyawa ini. Kalau ada yang tahu, boleh di-share di sini.

Fanart saya untuk komik Lady Victorian (Naoko Moto).

Crafting

Hobi saya yang satu ini sepertinya terinspirasi dari ibu saya. Bunda hobi menjahit dan membuat craft berbahan dasar kain. Bunda suka merombak baju, membuat tempat tissue, sarung bantal, sampai gorden jendela. Bunda juga sempat mendapat banyak pesanan tapi kemudian bunda tidak menjalani secara profesional karena bunda menganggap menjahit ini hanya sebagai hobi saja. Jadi saya dulu waktu masih kecil suka ngerusuhin bunda, kain sisa jahitan kadang saya desain untuk baju boneka barbie saya, setelah saya gunting lalu saya kasih bunda untuk dijahit. Berikutnya saya jadi sering ikutan bikin craft dari kain, walaupun saya hanya menjahit dengan tangan karena saya tidak bisa mengoperasikan mesin jahit. Bunda bilang saya berbakat. Tapi entahlah, saat itu saya tidak terpikir untuk serius menekuninya, dan saya pun tidak berminat untuk belajar menjahit dengan mesin jahit. Bertahun setelahnya saya tidak lagi berminat untuk bikin craft seperti itu.

Nah, melihat dunia fashion dan crafting Indonesia saat ini yang tengah berkembang pesat, saya jadi ingat lagi sama hobi crafting saya yang sudah lama saya lupakan. Dan beberapa bulan ini saya mulai crafting lagi walaupun hanya saya lakukan di saat weekend. Saya lagi suka bikin clutch mungil dan bag charm. Desain yang saya suka adalah yang simple, dan karena saya suka bunga saya jadi suka juga bentuk-bentuk bunga. Kalau semisal ada yang pesan sedikit festive, baru kadang saya tambahin manik-manik atau payet gitu. Tapi saya tetap bikin desain yang simple dan tidak terlalu ramai. Semuanya handmade, jadi memakan waktu yang lumayan terutama clutch.

Saat ini saya belum saya promosikan ke sosial media sih, belum berniat memasarkannya. Saya belum tahu apakah hobi crafting saya ini akan lebih saya tekuni, yang jelas saat ini saya lagi senang-senangnya desain dan berkreasi. Ke depannya saya juga mau belajar banyak tentang desain, menjahit dan dunia fashion tentunya. Ada keinginan punya brand sendiri nanti, bermimpi boleh ya.

Ohya, saya kalau beli kain saat ini tidak banyak-banyak soalnya bikin craft-nya juga belum dalam jumlah besar. Nah kemarin saya kepikiran pengen bikin craft dari kain flanel karena baca-baca artikel dan mantengin instagram, ya ampun banyak banget craft lucu dari kain flanel. Jadilah saya pengen juga bikin craft dari kain flanel ala saya. Dan setelah saya cari di Bukalapak banyak banget yang jual. Yay, nggak mesti ke toko kain deh!

Belanja di Bukalapak itu mudah dan praktis banget. Dan sering ada diskon loh dari pelapaknya! Untuk kamu yang sudah sering belanja di Bukalapak pasti sudah akrab dengan cara belanjanya. Tapi mungkin ada yang baru mau berbelanja online, kamu bisa ikuti langkah-langkahnya. Begini cara belanja di Bukalapak dengan aplikasi Bukalapak.

Step 1

Pilih produk yang ingin kamu beli, bisa lihat di kategori atau langsung ketik keyword di kolom “cari barang”. Bukalapak akan menampilkan hasil pencarian kamu. Kamu bisa memilih produk yang paling sesuai kriteria kamu. Kamu juga bisa melihat reputasi pelapak dari feedback dan ulasan yang diberikan oleh pelanggan mereka, bisa jadi bahan pertimbangan kamu kan. Dan kamu juga bisa langsung tanya-tanya ke pelapaknya melalui menu “pesan”.

Step 2

Setelah kamu menentukan produk mana yang ingin kamu beli, maka kamu tinggal melakukan pembelian. Klik tombol “beli”, kemudian lanjutkan ke pembayaran.

Step 3

Review lagi data-datamu seperti nama, alamat, nomor telepon. Pastikan data yang kamu isi sudah lengkap dan jangan lupa memilih layanan pengiriman, lalu kamu bisa melanjutkan pembayaran.

Step 4

Kamu akan diberikan rincian dan total biaya yang harus kamu bayar. Kamu bisa memilih beberapa cara pembayaran yang ditawarkan oleh Bukalapak.Kamu bisa melakukan pembayaran melalui Bukadompet, Transfer Bank, Mandiri Clickpay, Mandiri E-Cash, CIMB Clicks/Rek. Ponsel, BCA Klikpay, Kartu Visa/Mastercard, atau Indomaret dan Alfamart. Kalau kamu pilih transfer maka akan ditampilkan beberapa rekening bank tujuan yang bisa kamu pilih, trus mentransfer nominal pembayaran yang unik hingga digit terakhir untuk memudahkan verifikasi. Setelah transfer lakukan konfirmasi pembayaran.

Kalau kamu memilih pembayaran melalui Indomaret, lakukan langkah yang awal yang sama, kemudian pilih metode pembayaran dengan indomaret. Kamu tinggal datang ke gerai Indomaret dan memberitahu kode tagihan kamu pada kasirnya. Setelah membayar kamu tidak perlu melakukan konfirmasi pembayaran karena pembayaran kamu sudah otomatis terekam oleh sistem Bukalapak.

Step 5

Setelah pembayaran kamu terverifikasi, status pembayaran dari “menunggu konfirmasi pembayaran” menjadi “dibayar” dan kamu tinggal menunggu barang pesanan kamu sampai. Kamu bisa melihat sampai di mana proses transaksi kamu di halaman Detail Transaksi. Dan kamu bisa juga menanyakannya pada pelapak dengan menu pesan. Dan kalau kamu sudah menerima barang pesananmu, kamu silakan lakukan konfirmasi penerimaan barang dengan memilih “konfirmasi terima barang” pada halaman Detail Transaksi. Dan jangan lupa beri feedback untuk pelapak ya.

Kamu juga akan mendapatkan pemberitahuan via email untuk setiap transaksi kamu. Nah, gampang dan praktis kan belanja di Bukalapak. Sejauh ini saya belum pernah kecewa belanja di Bukalapak, dan saya senang banget karena pesanan kain flanel saya kemarin cepat banget sampainya. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan barang pesanan kamu belum sampai, uang kamu akan dikembalikan dengan fitur BukaDompet atau ke rekening kamu. Bukalapak menjamin keamanan transaksi kamu, dan kamu juga bisa membaca tips-tips dari Bukalapak untuk menghindari penipuan. Jadi, jangan ragu untuk belanja di Bukalapak.

Bukalapak menjadi salah satu platform e-commerce yang cukup populer saat ini. Dan e-commerce lain yang sangat menginspirasi saya adalah Hijup. Hijup merupakan e-commerce fashion muslimah yang sudah berkiprah di dunia internasional. Di Hijup kamu bisa menemukan berbagai macam busana muslimah dari berbagai macam brand dan juga karya dari para designer terkenal. Selain busana, kamu juga bisa menemukan sepatu, dan aksesoris yang bisa menambah cantik penampilan kamu.

Nah, kesuksesan dua e-commerce ini tentu tidak dimulai secara instant, namun hasil kerja keras yang bisa membawa mereka mencapai kesuksesan hingga saat ini. Yang menginspirasi bagi saya bukan hanya tentang kesuksesan mereka, tapi bagaimana mereka mau berbagi ilmu dan inspirasi dengan orang lain. Salah satu contohnya adalah kedua e-commerce ini bekerjasama mengadakan talkshow Inspirasi Wanita secara berkala yang selalu menghadirkan narasumber-narasumber inspiratif

Saya pernah menulis tentang Inspirasi Wanita Volume 1: Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan, dan Minggu 27 November kemarin saya juga menghadiri Inspirasi Wanita Volume 3: Berawal dari Hobi, Kreatif Jadi Produktif. Menyenangkan sekali bisa mendengar cerita dari para narasumber yang inspiring. Saya bisa belajar tentang semangat mereka, keinginan mereka untuk berbagi sekaligus menikmati apa yang mereka kerjakan, serta berpikir untuk konsisten dan selalu menemukan ide-ide baru.


Well, demikian postingan saya kali ini, mulai dari cerita tentang hobi saya, pengalaman berbelanja di Bukalapak, sampai talkshow inspiratif dari Hijup dan Bukalapak. Lalu pertanyaannya apakah hobi saya menginspirasi? Saya tidak tahu jawabannya. Tapi yang jelas, saya berharap semoga apa yang saya kerjakan dapat bermanfaat bagi diri saya dan orang lain, dan tulisan-tulisan yang saya share di blog ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Dan teman-teman yang mempunyai hobi, apapun itu selama positif dan bisa membuatmu senang menjalankannya, lakukan saja. Hobi dapat membuat kita menjadi lebih kreatif dan menjadi sarana untuk belajar menjadi orang yang bermanfaat. Paling tidak, bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri dengan menjadi lebih produktif. Alhamdulillah kalau ternyata bisa menghasilkan dan bermanfaat bagi orang lain. Karena manfaat kepada orang lain akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Terima kasih sudah membaca!

“Jika kalian berbuat baik, sesengguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.” QS. Al-Isra: 7

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, ad Faruqutni)


Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Inspirasi Wanita: “Hobimu, Inspirasi Sekelilingmu”oleh Hijup dan Bukalapak.



Posted in Review

Kuliner Malam di Seafood 94 Mulyono, Pademangan

Setelah seharian di Ancol, pulangnya kami singgah di kawasan Kalimati, Pademangan, untuk makan seafood. Kakak saya mengajak makan di Seafood 94 Mulyono, kata kakak saya kakak ipar pengen makan di situ karena dulu sering makan di situ sewaktu masih kuliah.

Kami sampai sekitar jam 5 sore, terlihat di kawasan itu banyak seafood kaki lima. Mengingatkan saya pada kawasan Ring Road, Medan, yang juga menjadi salah satu pusat kuliner malam street food. Saat kami sampai, Seafood 94 Mulyono terlihat masih sepi karena memang baru buka, baru ada dua orang pengunjung selain kami. Kami langsung memesan. Karena hari itu kami makan siangnya juga agak sorean, jadi sore itu kami masih terlalu kenyang untuk makan nasi, kami memesan menu seafood-nya saja.

Kami memesan 3 porsi Kerang Ijo Saus Padang, 1 porsi Kepiting Saus Asem Manis, 3 porsi Udang Saus Padang, 2 porsi Cumi Goreng Tepung, dan 2 porsi Cah Kangkung. Rasanya lumayan. Bumbunya meresap. Saya suka banget kerangnya. Cuminya crispy, udangnya juga enak. Tapi saya kurang suka kepitingnya, menurut saya kurang segar. Apa mungkin lidah saya aja haha. Secara keseluruhan, untuk ukuran street food rasa sajian mereka tidak mengecewakan. Penyajian yang cepat juga menjadi nilai plus.

Ada plus, ada minus. Minusnya menurut saya penyajiannya kurang memperhatikan estetika (sausnya meleber-leber, bahasa apa ini? 😂 ). Terus tempatnya. Kalau di tendanya sih cukup bersih, tapi lingkungan di sekitarnya membuat kurang nyaman. Pemandangan di sampingnya itu a bit messy jadi ya gitu deh tapi cukup luas jadi enak untuk parkir. Trus di sekitarnya di dekat jalan itu banyak genangan air, tapi namanya musim hujan ya. Untuk street food, hal-hal seperti itu mungkin bisa dimaklumi.

Saat kami makan, pengunjung lain mulai berdatangan. Dan saat kami hampir selesai makan, pengunjung semakin banyak berdatangan, bahkan hampir memenuhi semua kursi. Sepertinya Seafood 94 Mulyono ini sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Dan memang setelah saya baca reviewnya, banyak yang merekomendasikan Seafood 94 Mulyono sebagai pilihan kuliner malam untuk menu seafood.

Harga:
Kepiting Saus Asem Manis @Rp 100.000

Udang Saus Padang @Rp. 35.000

Kerang Ijo Saus Padang @Rp. 25.000

Cumi Goreng Tepung @Rp. 35.000

Cah Kangkung @Rp. 10.000

Alamat:
Jl. Hidup Baru (Kalimati), Pademangan, Jakarta Utara
Buka: 17.00wib-00.30wib

Posted in Trip

One Fine Day At Ancol

image

Last week we went to Ancol. We arrived at the Beach Pool area at midday. There were a lot of people, yet not so crowded. Like other visitors, we rented the beach mat for us to sit on. The weather was so hot. I didn’t feel like to play on the beach nor swim (I can’t swim btw 😂). So, I was just sitting there watching people, let the wind blow my headscarf. Sometimes I reached the seashore to take pictures of my nephew and niece who were playing on the sand, making things from the sand using their beach toys.

The wind made me sleepy. I ate the snacks that we bought to keep my eyes open, lol. It was just relaxing. But then I felt annoyed. There were a stand up comedian (I forgot his name) and his team doing a video shooting there. I was annoyed because the cameraman directed the video camera toward the visitors. I had no idea whether it was for TV program or just for their personal documentation, but I didn’t want my face to get caught by the camera haha. So, I stepped away, distanced myself for a while. Fortunately, it wasn’t too long. They moved to another part of the beach. Such a relief, I could go back to my place.

Aftet a few hours, we decided to get out of the beach and then went to Columbus Cafe to have lunch. We walked on the boardwalk to reach the Columbus Cafe. I enjoyed walking on the boardwalk, and stopped at times to take pictures of the view. As we arrived, the waiter gave us the menu book. I had spaghetti and iced lemon tea. The spaghetti was not so special. At first I wanted to have fresh coconut water to drink instead of iced lemon tea, yet that day it wasn’t available as usual. We enjoyed the view there, though.

After lunch, we went to Pasar Seni, still at Ancol. On our way to parking lot, we saw some mature guys running and giggling while their eyes were on their phones. Apparently they were chasing Pokemon, lol. The sun was still shining, yet the weather was cool, unlike at midday.

It was so serene when we arrived at Pasar Seni. Apparently we were the only visitors who came. Not sure whether it was usually that quiet or it was because we went there in the late afternoon. There were some booths of artsy products made by talented artists at Pasar Seni. I love the atmosphere at Pasar Seni. It was very tranquil with the cool breeze and the roof-like high trees there. And no to forget the group of colorful umbrellas which were decorated on the trees. Beautiful!

We decided to go home after taking pictures at Pasar Seni. But on the way home, we stopped at Jl. Hidup Baru, Pademangan to have a dinner at a seafood street cafe. The review will be on the next post. Happy Friday, see ya! 😊

Address:

Ancol Dreamland (Taman Impian Jaya Ancol)
Jl. Lodan Timur No. 7, Ancol, Pademangan, RW.10, Ancol, Pademangan, North Jakarta, Jakarta Capital Region 14430 (Open 24 Hours)

Pasar Seni (Open 10am-8pm)

P.S.  if you have no vehicle when you are at Ancol, you can take the Wara-Wiri Bus. It will take you to the places at Ancol for free.

Posted in Thoughts

Potret Pembangunan Pariwisata Indonesia, Sudahkah Kita Berbenah?

image

Indonesia adalah surga wisata. Tidak terlalu berlebihan jika saya bilang begitu, karena seperti yang kita ketahui, di Indonesia banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari wisata alam, sejarah, hingga budaya. Namun, sudahkah pariwisata Indonesia dikenal dunia dan menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung?

Menurut data yang dirilis asean.org per 30 September 2015, jumlah kedatangan ke Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Thailand dan Singapura. Dengan jumlah penduduk yang lebih banyak dan kekayaan alam yang melimpah semestinya jumlah pengunjung pariwisata kita tak kalah dengan mereka. Ini bukan tentang persaingan antara negara-negara Asia Tenggara, namun lebih kepada pembenahan dalam pembangunan pariwisata Indonesia agar mengalami kemajuan dan lebih dikenal dunia.

Menurut saya ada 4 faktor penting yang sangat mempengaruhi perkembangan pariwisata di Indonesia. Ini bukan analisis mendalam tentang pembangunan pariwisata di Indonesia, namun lebih kepada pendapat dan harapan saya sebagai penduduk Indonesia biasa terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Berikut 4 faktor tersebut.

PROMOSI

Promosi skala besar sudah semestinya dilakukan dan memang hal itu sudah dilakukan pemerintah sejak dulu seperti pertunjukkan-pertunjukkan budaya ke luar negeri, mengikuti acara-acara pariwisata dan kebudayaan internasional, hingga membuat program-program untuk memperkenalkan dunia pariwisata Indonesia seperti Pesona Indonesia.

Dan promosi juga tentu dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara luas. Apalagi di era internet sekarang ini, memperkenalkan pariwisata Indonesia ke dunia bukanlah hal yang sulit. Membuat ulasan-ulasan tentang pariwisata Indonesia di blog serta berbagi foto dan video di berbagai jejaring sosial sangat banyak dilakukan. Tak heran menjadi travel blogger atau travel vlogger sudah menjadi seperti satu profesi populer yang banyak digeluti sekarang ini. Dan itu merupakan hal positif, karena dengan begitu sudah memperkenalkan pariwisata Indonesia bukan hanya kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga kepada dunia. Semua usaha yang sudah dilakukan sebaiknya lebih kita gencarkan lagi. Indonesia itu unik. Jika kebanyakan negara lain memiliki satu kekhasan, maka Indonesia memiliki keberagaman yang menawan yamg kemudian juga menjadi kesatuan yang khas.

image
Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara

INFRASTRUKTUR

Berbicara tentang pariwisata, maka tak akan lepas dari infrastruktur. Infrastruktur yang baik akan memberi dampak positif untuk kemajuan pariwisata. Untuk lokasi-lokasi wisata di pusat-pusat kota tidak mengalami permasalahan berarti karena umumnya infrastruktur di kota-kota besar sudah memadai. Lalu bagaimana yamg di daerah-daerah pedesaan? Seperti kita ketahui, wisata alam di Indonesia lebih banyak berada di pedesaan. Sebagai contohnya adalah kita sering mendengar bahwa suatu tempat wisata di desa-desa kecil sangat sulit diakses karena medannya yang tidak bersahabat seperti jalan-jalan yang rusak atau memang jalan-jalan di desa tersebut belum diaspal, dan sebagainya.

Pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah Indonesia sebenarnya sudah dilakukan bahkan hingga ke pedesaan. Namun, mungkin menjadi PR bagi pemerintah untuk terus melakukan pemerataan secara menyeluruh. Dan itu semua tentu butuh proses karena Indonesia memiliki wilayah sangat luas, sehingga hal itu bukanlah hal yang mudah. Lalu, bagaimana dengan kita sebagai penduduknya. Kita seharusnya menjaga semua yang telah dibangun. Jangan kita menuntut pembangunan, namun di saat yang sama kita malah merusak infrastruktur tersebut.

image
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat

PEMELIHARAAN

Nah, sudah mempromosikan pariwisata lalu apa yang harus kita lakukan? Sudah pasti kita harus menyediakan tempat wisata yang nyaman. Nyaman di sini mencakup unsur sapta pesona dan kemudahan yang didapat oleh wisatawan saat berkunjung. Sudah menjadi kewajiban kita untuk lebih mengoptimalkan usaha pemeliharaan tempat wisata. Kekayaan alam kita sangat berlimpah. Banyak negara lain yang membuat taman hijau buatan, kita yang mempunyai banyak hamparan hijau alami tidak dikelola dengan baik. Tanggung jawab besar ada pada pengelola. Namun juga kewajiban kita sebagai pengunjung untuk menjaga lingkungan di tempat wisata yang kita kunjungi.

Kita sibuk membandingkan ketertiban yang kita lihat di negara lain dengan negara kita, namun masyarakat kita sendiri kesadarannya sangat kurang. Seperti persoalan sampah, banyak pengunjung yang sesuka hati membuang sampah sembarangan padahal sudah disediakan tempat sampah. Apa susahnya membuang sampah pada tempatnya? Belum lagi terkadang ada pengunjung yang merusak fasilitas atau benda-benda di suatu tempat wisata lalu berkilah “Kita kan sudah bayar”. Terus kalau sudah bayar uang masuk boleh sesuka hati? Saya heran dengan orang-orang yang berpola pikir seperti itu. Begitu juga dengan lokasi wisata yang masih sangat alami terkadang dirusak dan dikotori oleh mereka yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Tentu saja tidak semua orang seperti itu. Masih banyak orang-orang baik yang peduli terhadap lingkungan. Sudah sepatutnya kita lebih memiliki kesadaran untuk pemeliharaan lingkungan.

image
Perkebunan Teh Agrowisata Gunung Mas, Bogor, Jawa Barat

KEAMANAN

Walaupun kita mempunyai banyak tempat wisata yang menawan, tidak akan menarik wisatawan jika tempat wisata kita jauh dari kata aman. Pengunjung tidak akan merasa nyaman jika tempat wisata yang ia kunjungi banyak terjadi tindakan kriminal seperti perampokan dan sebagainya. Hukuman sudah sepantasnya diberikan kepada pelaku kriminal seperti itu agar jera. Menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan warga setempat untuk menjaga keamanan di suatu tempat wisata.

Itulah menurut saya hal-hal yang sangat penting dalam pembangunan pariwisata Indonesia. Kita ingin wisatawan yang datang ke negara kita akan mempunyai penilaian yang baik dan kenangan yang indah tentang negara kita. Sehingga akan membuat mereka ingin datang lagi di kemudian hari atau mungkin akan merekomendasikan tempat-tempat wisata kita sebagai tujuan berlibur. Pembangunan pariwisata di Indonesia sudah menunjukkan kemajuannya, walaupun belum pesat. Untuk itu, perlu semangat juang dan persatuan yang besar untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan pariwisata Indonesia agar misi kita untuk mengenalkan pariwisata Indonesia ke berbagai belahan dunia terwujud. Mari berbenah!

Selamat Hari Pahlawan!


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” – Ir. Soekarno

Referensi: http://asean.org

Posted in Review

Inspirasi Wanita Vol.1 “Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan” Bersama Hijup & Bukalapak

Selamat hari Senin. Senin gini ngomongin keuangan, yuk! Yang namanya mengatur keuangan itu pasti susah-susah gampang. Jangankan yang sudah berkeluarga, yang masih single seperti saya aja suka pusing kalau membahas keuangan. Ayo, siapa yang pas ada uang bawaannya pengen belanja-belanja? Saya ngaku deh, hahaha. Nah, seperti apapun pengeluaran kita harus tetap bijak kan dalam mengatur keuangan. Apalagi nih untuk yang punya usaha atau baru memulai usaha, pasti akan lebih rumit lagi mengatur keuangannya.

Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan

Sabtu tanggal 22 Oktober kemarin saya menghadiri talkshow Inspirasi Wanita Vol.1 yang diadakan oleh Hijup dan Bukalapak dengan tema “Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan” di Plaza City View. Narasumbernya terdiri dari 3 wanita yang menginspirasi. Ada Mbak Ayu Dyah Andari, seorang womanpreneur dan fashion designer, owner of A.D.A by Ayu Dyah Andari. Ada juga Mbak Prita Ghozie, seorang financial planner, founder & CEO of ZAP Finance. Kemudian Ada Mbak Ayya, seorang pelapak di Bukalapak. Apa saja sih yang bisa kita pelajari dari mereka? Berikut materinya yang saya rangkum.

Narasumber

Mbak Ayya

Mbak Ayya yang seorang single parent memulai usaha online-nya untuk membantu memenuhi kebutuhan. Dia memulai usahanya awalnya hanya lewat sosial media dan bbm. Kemudian dia memilih untuk membuka toko online di Bukalapak karena menurutnya berjualan dengan membuka toko online di platform e-commerce seperti ini lebih memudahkan dalam transaksi, seperti tidak perlu lagi mengingatkan customer untuk mentransfer pembayaran. Jadi kita bisa fokus pada proses pengiriman.

Mbak Ayu Dyah Andari

Mbak Ayu ini ternyata seorang Sarjana Teknik loh, cum laude pula. Mbak Ayu sudah punya passion di bidang fashion sejak kecil dan sudah memiliki keinginan menjadi fashion designer, apalagi mamanya juga seorang designer. Kreatifitasnya sudah terasah sejak dulu, saat kuliah dia sering merombak baju. Saat pengen beli baju baru tapi sedang tidak ada uang, dia sering merombak baju lama sehingga kelihatan seperti baju baru. Kreatif banget yah!

Mbak ayu sempat bekerja di sebuah perusahaan, tetapi kemudian memutuskan berhenti agar memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anak. Saat masih bekerja dia sering merancang baju untuk dipakai sendiri. Ternyata teman-temannya banyak yang suka dan pesanan mulai berdatangan. Dari situ dia mulai berpikir untuk berbisnis  saja. Dia memulai bisnis fashion-nya tahun 2011, mulai berkembang 2013, dan sekarang sudah sampai ke luar negeri seperti Taiwan dan Korea.

Menurut Mbak Ayu, di awal membuka usaha jangan terlalu memikirkan untung. Dan jangan takut untuk membuka usaha jika terkendala oleh modal. Kita bisa mulai dengan modal yang sedikit, atau dengan membuat 1 piece dulu, nanti jika ada yang tertarik kita bisa menerima pesanan. Jangan muluk-muluk memikirkan untung besar dulu, anggap saja belajar dan bekarya tapi dibayar. Mulailah dari nol. Oh ya, satu pesan yang perlu digarisbawahi dari Mbak Ayu yaitu: Membuka usaha sendiri bisa lebih fleksibel waktunya (daripada bekerja di perusahaan) tapi bukan berarti bisa santai, tetap fokus, kerja keras, dan konsisten dalam menjalankan usaha.

Mbak Prita Ghozie

Pertanyaan Mbak Prita kepada audience waktu itu adalah tentang berapa rekening yang dimiliki. Umumnya kita memiliki rekening paling banyak dua ya. Menurut Mbak Prita sebaiknya kita paling tidak memiliki tiga rekening yaitu: living, saving, dan playing. Living untuk keperluan pokok atau pengeluaran sehari-hari kita. Saving untuk tabungan kita pastinya. Dan playing untuk kita bersenang-senang, maksudnya untuk menyenangkan diri kita, misalnya belanja barang-barang yang kita pengenin, atau untuk travelling. Iya ini penting, kita sudah capek kerja jadi harus menghadiahi diri sendiri supaya lebih bersemangat.

Nah, ini terutama untuk ibu-ibu rumah tangga ada tips dari Mbak Prita. Setiap bulan keuangan bisa diamplop-amplopin (dijatah) untuk beberapa keperluan, jadi bisa di-estimasi berapa biaya untuk setiap kebutuhan itu.

Kalau yang tidak membuka usaha saja sebaiknya kita perlu tiga rekening, bagaimana kalau kita punya usaha? Pastinya lebih dari tiga dong hehe. Harus ada rekening khusus untuk keperluan usaha. Intinya rekening pribadi dan rekening bisnis harus dipisahkan. Mempunyai usaha sudah pasti resikonya pengaturan keuangan menjadi semakin rumit, karena ada pengeluaran untuk keperluan usaha seperti misalnya gaji karyawan dan biaya produksi. Makanya kita perlu perencanaan keuangan yang baik.  Karena kalau kita tidak memulai rencana keuangan maka keuangan kita tidak akan berhasil.

Saat awal memulai bisnis bisa dikatakan kita bekerja sendiri, merintis dari awal. Dalam menjalankan bisnis, lakukanlah step by step. Berikut langkah-langkahnya.

  • Pikirkan dengan matang

Pikirkan dengan baik konsep usaha yang akan kita buka. Awal membuka usaha kita harus memikirkan atau sudah mempersiapkan biaya produksi seperti tarif listrik, sewa tempat, dll untuk 6 bulan ke depan. Mulailah usaha dengan biaya produksi yang rendah. Jadi, jangan gegabah mengambil keputusan seperti langsung membuka beberapa toko saat usaha baru mulai berkembang. Biaya produksi untuk toko-toko tersebut harus dipikirkan, karena jika ternyata hasil usaha kemudian tidak menggembirakan, kita bisa rugi.

  • Evaluasi

Setelah usaha berjalan, kita hendaknya selalu melakukan evaluasi dalam periode waktu tertentu agar kita dapat menilai sejauh mana usaha kita, apakah berjalan dengan baik atau ada yang harus diperbaiki untuk meningkatkan bisnis kita, dan sebagainya.

  • Hasil usaha juga menambah kesejahteraan kehidupan pribadi

Artinya hasil usaha yang kita jalankan dapat memberi kesejahteraan untuk kita pribadi juga, bagi yang sudah berkeluarga baiknya hasil usaha dapat menambah pendapatan rumah tangga juga.

  • Target

Kita harus punya target untuk penghasilan usaha kita agar ada habit untuk bisa save dan disiplin. Dengan begitu, peningkatan yang kita inginkan dalam usaha kita bisa terencana dengan baik.

Mbak Prita juga sedikit berbicara tentang investasi nih. Menurut Mbak Prita jika ingin berinvestasi untuk 10 tahun, misalnya untuk biaya anak kuliah, jangan buka tabungan tapi pilihlah reksa dana saham. Untuk bisnis, kita bisa memilih atau merencanakan usaha yang kira-kira usahanya 10 tahun ke depan masih ada value.

Q & A

Nah, terus nih ada pertanyaan dari salah satu audience. Si penanya ini punya usaha keluarga, dia yang sudah bekerja dan passionnya bukan dalam usaha fashion, harus menangani usaha keluarganya itu. Akhirnya dia berhenti bekerja dan mulai menjalankan usaha. Pertanyaannya apakah dia sebaiknya tetap menjalankan usahanya itu atau mencari orang lain yang lebih punya passion untuk menggantikannya menjalankan bisnisnya? Yang manakah yang lebih prioritas, gaji karyawan atau pendapatan owner (pemilik usaha)? Kira-kira begitulah ya pertanyaan si Mbak penanya.

Saran dari Mbak Ayu nih: Coba temukan asyiknya dulu selama berkecimpung di dunia bisnis yang sedang digeluti saat ini walaupun sebenarnya passion-nya bukan di situ. Kalau kelak menemukan orang yang lebih andal maka bisa mempekerjakan orang tersebut untuk menggantikan kita. Mempekerjakan orang yang mempunyai passion bisa membawa keuntungan yang lebih. Dan untuk prioritas, menurut Mbak Ayu sebaiknya dahulukan karyawan, karena karyawan itu aset untuk bisnis kita. Mencari karyawan yang cocok tentu tidak mudah, maka tidaklah salah jika kita mementingkan kesejahteraan mereka.

Saran dari Mbak Prita: Pemilik usaha baiknya dibayar paling akhir. Jadi dalam bisnis, omset dikurangi biaya produksi, lalu menggaji karyawan dan terakhir adalah profit. Kalau kita membuka usaha, tempatkanlah diri kita (pemilik usaha) sebagai seorang karyawan juga, jadi juga wajib dibayar/digaji.

Foto Bareng (Source: http://www.instagram.com/hijup)

Begitulah kurang lebih materi dari ketiga narasumber yang saya rangkum. Jadi bisa belajar tentang kiat-kiat berbisnis dan mengatur keuangan dari mereka. Oh ya, selain talkshow kemarin juga ada games yaitu game meng-upload foto paling menarik selama acara berlangsung ke instagram dan game dengan aplikasi Bukalapak, membeli produk di Bukalapak (hanya memasukkan ke keranjang belanja) dengan nominal Rp. 200.000, yang jumlah item-nya terbanyak menjadi pemenang. Well, terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Happy Monday!

Posted in Thoughts

There Were Times

image
http://www.pexels.com

There were times when you felt so annoyed by everything, got upset and so mad but you didn’t know why. You were so angry that you just wanted to cry. You threw all your stuff away so you could release your anger. Yet it didn’t help.

There were times when you felt so anxious, you were afraid to face everything. You felt insecure. You were tired of everything. You found yourself cold and numb. All you wanted to do was hiding. Hiding from everyone, hiding from everything.

There were times when you felt so devastated. You hated everything, you hated everyone, you even hated yourself. All you wanted was to go somewhere else. You just wanted to close your eyes and when you opened them, everything was alright.

There were times you wanted to be alone. To free your ego, to find your sanctuary. But they kept chasing you with their complicated presences. They kept disturbing you with things you didn’t even care. They started judging your life. You just wanted to get rid of them all.

There were times when you didn’t know what to do, you didn’t even know what to think. You were clueless. And you wanted to blame it all on life. But sometimes you think that it was all your fault. And then you kept blaming yourself. Yeah, you made troubles. Trouble was a friend of yours. And maybe you were the trouble itself.

Breathe…

There were times you made mistakes and wrong decisions. There were times you fell and failed. There were times you felt so empty and low. There were times you were so depressed and stressed. But baby, everyone ever did and was.

It’s okay to be sad, it’s okay to cry. But don’t stop believing that you can rise again. You just need to step, even though only a small step. Tell yourself to never give up. Kill the fear, grow your self-esteem, and feel the blessings of God. Feel the love around you and start to smile. You deserve the happiness.