Posted in Thoughts

Memaknai Idul Adha

Takbir. Apa yang kau rasakan saat mendengar gema takbir pada saat Idul Adha ataupun Idul Fitri? Gema takbir adalah alunan keindahan bagiku. Aku bisa benar-benar menangis saat menghayati alunan keindahannya, lalu aku bersyukur bahwa aku terlahir sebagai seorang muslim. Kombinasi rasa bahagia, haru dan damai, yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata, yang tak dapat terbayar dengan apapun. Takbiran akan selalu membawaku ke memori masa kanak-kanak, tertawa bahagia berlari ke sana kemari, tersenyum tulus tanpa terbebani masalah kehidupan. Saat sudah beranjak dewasa, tentunya kau tetap merasakan semua keindahan akan menyambut Hari Raya. Tapi jujurlah pada dirimu, saat dewasa ada goresan-goresan kecil yang membuat hatimu tak segembira dan sebahagia saat masa kanak-kanak. Maka kembalilah kita kepada-Nya, karena Allah yang akan membuat kita kembali suci, dengan segala ketulusan yang kita punya seperti saat kita masih kecil.

Dan tahun ini, Alhamdulillah, kita masih diperkenankan Allah untuk bertemu dengan Idul Adha. Bagaimana kau memaknai Hari Raya Idul Adha? Satu hal yang pasti kita ingat saat Idul Adha adalah berkurban. Maka teringatlah kita pada cerita Nabi Ibrahim A.S., akan keikhlasannya untuk mengurbankan anaknya, Nabi Ismail A.S, untuk disembelih. Dan keikhlasan Nabi Ismail itu sendiri merelakan dirinya untuk disembelih. Subhanallah, terdiam kita menyadari bagaimana keikhlasan dan pengorbanan para nabi kita. Lalu adakah kita mempelajari keikhlasan dan pengorbanan itu? Insya Allah, jawaban kita adalah ya. Karena tak ada yang lebih indah selain pengorbanan atas nama-Nya. Dan mungkin saat ini bentuk pengorbanan itu salah satunya kita tunjukkan dengan keikhlasan kita untuk berkurban dengan mengharap ridha-Nya.

Mungkin kita dapat memaknai keikhlasan di Idul Adha itu bukan hanya tentang keikhlasan berkurban, tetapi juga keikhlasan tentang segala hal, dalam hati kita. Mungkin masih ada hal-hal yang menutupi hatimu untuk meraih keikhlasan? Mungkin kau pernah tersakiti, mungkin kau pernah merasa terdzalimi, mungkin kau kehilangan orang-orang yang kau sayangi, mungkin kau gagal meraih mimpimu. Ada kecewa, marah, sedih, depresi. Semua rasa itu yang mungkin membuat ikhlas ‘enggan’ datang kepada kita. Mungkin rasa itu membuat lubang-lubang di hati kita sehingga kita kurang memaknai dan merasakan indahnya Hari Raya. Maka tak ada yang lebih baik untuk kita lakukan selain memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti, merelakan kepergian orang-orang tersayang untuk kembali pada-Nya, dan memaafkan diri untuk kegagalan lalu mencoba untuk bangkit lagi. Dan bersujudlah kita pada-Nya, karena hanya Allah-lah yang paling memahami hati kita dan mengerti semua kegundahan.

Dan di Idul Adha kali ini marilah kita saling memaafkan dan memaknainya dengan ketulusan seperti cerita tentang keikhlasan dan pengorbanan para nabi kita. Selamat Hari Raya Idul Adha 1435H bagi semua umat muslim yang merayakannya hari ini, saya sendiri akan merayakannya besok 🙂 Dan selamat menjalankan Ibadah Haji bagi para jamaah Haji, semoga menjadi Haji yang Mabrur. Semoga Allah SWT merahmati kita semua, aamiin. Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Wallahualam Bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s