Posted in Thoughts

Tentang Ayah dan Bunda

Saya mungkin sudah sering menceritakan tentang orang tua saya di blog ini. Tapi saya tidak akan bosan menceritakan tentang mereka (semoga yang membacanya juga tidak bosan). Mereka adalah orang yang paling saya banggakan, sosok yang akan selalu menjadi inspirasi saya dalam hidup.

Almarhum ayah saya berdarah Sumatera Barat dan bunda saya berdarah Mandailing (Hasibuan). Saya lahir dan besar di Kota Medan. Well, jangan ajak saya berbicara bahasa Padang atau Mandailing ya. Ayah dan bunda selalu menggunakan Bahasa Indonesia di rumah. Bunda bahkan tidak bisa berbahasa Mandailing, karena sejak lahir sudah di Medan dan besar di lingkungan penduduk Jawa. Ayah semasa hidupnya selalu lancar berbahasa Padang, tapi hanya menggunakannya jika bertemu dengan sesama orang Sumatera Barat saja.

Alm. Ayah & Bunda
Alm. Ayah & Bunda

Ayah dan bunda adalah dua pribadi yang bertolak belakang. Ayah adalah orang yang tegas dan keras. Namun di luar sifat kerasnya itu, ayah adalah seorang yang sangat penyayang. Sedangkan bunda adalah orang yang sabar, sederhana, dan sangat ramah. Ketegasan ayah dan kelemah-lembutan bunda menjadi perpaduan yang luar biasa bagi kami, anak-anak mereka. Sikap sayang mereka selalu mereka tunjukkan walaupun terkadang dengan cara yang tidak sesuai dengan keinginan kami. Perhatian mereka juga tetap mereka berikan kepada abang dan kakak saya yang sudah berkeluarga. Saya sebagai anak bungsu tentunya sangat dimanjakan. Meskipun begitu, mereka tidak mendidik saya menjadi anak yang kolokan yang harus mendapatkan apapun yang saya mau. Mereka tetap bersikap tegas terhadap saya, dan selalu mengajarkan bahwa yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah.

My Dad Is My First Love and Hero

Jika berbicara tentang ayah, akan membuat saya selalu ingin kembali ke masa kecil. Ayahlah yang mengajarkan kami shalat dan mengaji, menceritakan kisah-kisah para nabi dan rasul kepada kami. Bersama bunda, ayah selalu memantau pelajaran-pelajaran sekolah kami. Saya sejak kecil sangat dekat dengan ayah. Ayah sering mengajarkan saya menyanyikan lagu-lagu wajib nasional, membujuk saya saat saya menangis, dan ayah adalah orang yang pertama saya panggil jika saya menangis.

Dalam berbicara, ayah selalu to the point, tidak terlalu suka berbasa-basi, namun ayah adalah orang yang demokratis dan open-minded. Karena itulah kami sering menjadikan ayah tempat diskusi dan bertanya tentang banyak hal. Ayah menjadi sosok pemimpin dan teladan dalam keluarga kami.

Menjelang kepergiannya, ayah sempat berpesan, yaitu agar kami selalu menjaga akidah kami dan jangan pernah meninggalkan agama. Kemudian agar kami selalu menjaga bunda dan martabat keluarga, dan menghindari pentengkaran antara kami . Dan ayah juga berpesan agar kami selalu berbuat kebaikan kepada sesama. Ayah bilang, orang yang bermanfaat bagi orang lain adalah orang yang mulia. Begitu hebatnya kepemimpinan ayah dalam keluarga kami semasa hidupnya membuat kami goyah ketika beliau meninggalkan kami. Sanggupkah kami ditinggalkan pemimpin terhebat di keluarga kami? Mampukah kami kehilangan seorang pahlawan besar dalam hidup kami? Tapi kami menyadari bahwa  kami harus berserah diri kepada Allah dan mengikhlaskan ayah.

My Mom Is the Most Beautiful Angel to Me

Kata-kata tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan bagaimana perjuangan seorang ibu dalam melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Saya pun tak akan bisa menggambarkan kehebatan bunda saya bagi saya lewat kata-kata. Di balik kelemah-lembutan bunda, bunda adalah sosok yang amat kuat dan tegar. Bahkan di saat ayah pergi, bunda lah yang menyemangati saya, membujuk saya untuk tidak terus larut dalam kesedihan saya. Bunda berkata bahwa ayah akan lebih senang jika melihat saya bersemangat dalam menjalani hidup dan mengejar cita-cita saya. Hal itu membuat saya tersadar, bunda yang kehilangan orang yang paling dia cintai, mampu berusaha tegar untuk menyemangati anaknya yang sangat manja seperti saya. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan bisa sehebat bunda suatu saat nanti.

Bunda adalah orang yang sangat sederhana, dia sudah merasa sangat bahagia apabila berkumpul bersama anak-anaknya dalam canda dan tawa. Jika kami meminta maaf kepadanya akan hal-hal yang terlewatkan atau yang belum kami wujudkan untuknya, maka bunda selalu menjawab bahwa kebahagiaan anak-anaknya adalah kebahagiaan terbesarnya. Dan bunda adalah salah satu amanah terbesar ayah. Ya, kami harus menjaga bunda, dan membuat bunda tersenyum adalah hal yang selalu ingin kami lakukan.

My Parents’ Love story

Selain tentang kepribadian ayah dan bunda, saya juga ingin berbagi tentang kisah cinta mereka. Kisah cinta ayah dan bunda bagi saya tidak kalah romantis dengan novel-novel ataupun film-film romantis yang sudah pernah ada. Ayah dan bunda sering bercerita bagaimana perjuangan mereka di awal-awal pernikahan mereka, bagaimana mereka saling support satu sama lain, dan bagaimana mereka membesarkan kami, anak-anak mereka. Bunda pernah cerita kalau dulunya bunda tidak menyukai ayah karena bunda sudah punya pacar. Tetapi ayah dan bunda dijodohkan, dan bunda bilang bahwa bunda dari yang tidak memiliki rasa sama ayah sama sekali, lama-lama jatuh cinta dan sangat mencintai ayah seiring dengan perjalanan rumah tangga mereka. Mata saya pun berbinar-binar ya kan setiap kali bunda menceritakan kisah cinta mereka. Ayah yang mendengarkan bunda bercerita biasanya cuma senyum-senyum aja.

Manisnya cinta mereka tetap terlihat sampai mereka tua. Walaupun tidak selalu ditunjukkan dengan dengan cara-cara romantis, tapi kami bisa melihat bagaimana kasih sayang antara ayah dan bunda. Jadi ayah sama  bunda ini sering banget berdebat kecil gitu, bisa tentang apa aja. Tapi gak lama abis itu mereka udah baikan lagi, udah mesra lagi. Sweet banget kan. Kalau mereka lagi berduaan, kadang saya suka iseng dong, ngagetin mereka dari belakang atau mecahin bungkus Chitato, hihi. Pokoknya, buat saya, kisah cinta di drama-drama Korea itu kalah deh sama kisah ayah dan bunda.

Songs for My Dad and Mom

The lyrics of these two songs for father always bring tears to my eyes.

Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja

Indahnya saat itu, buatku melambung

Di sisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu

Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

 

Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu

Patuhi perintahmu, jauhkan godaan yang mungkin kulakukan

Dalam waktuku beranjak dewasa, jangan sampai membuatku

Terbelenggu, jatuh, dan terinjak

 

Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya

Ku trus berjanji takkan khianati pintanya

Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu

Kan kubuktikan ku mampu penuhi maumu

(Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan ayah) – Ada Band feat. Gita Gutawa)

 ~~~

Back when I was a child

Before life removed all the innocence

My father would lift me high

And dance with my mother and me

And then spin me around ‘till I fell asleep

And up the stairs he would carry me

And I knew for sure I was loved

 

When I and my mother would disagree

To get my way, I would run from her to him

He’d make me laugh just to comfort me

Then finally make me do just what my mama said

Later that night when I was asleep

He left a dollar under my sheet

Never dreamed that he would be gone from me

 

If I could get another chance, another walk, another dance with him

I’d play a song that would never ever end

How I’d love love love to dance with my father again

(Dance with My Father – Luther Vandross)

Yeah, if only… I could get another dance with my dad, I’d play a song that would never ever end.

 ~~~

And this very popular Indonesian song is for my mom, my beautiful angel.

Kubuka album biru, penuh debu dan usang

Kupandangi semua gambar diri, kecil bersih belum ternoda

Pikirku pun melayang, dahulu penuh kasih

Teringat semua cerita orang tentang riwayatku

 

Kata mereka diriku slalu dimanja

Kata mereka diriku slalu ditimang

 

Nada-nada yang indah, slalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku, takkan jadi deritanya

Tangan halus nan suci, tlah mengangkat diri ini

Jiwa dan seluruh hidup rela dia berikan

 

Oh Bunda, ada dan tiada dirimu

Kan selalu ada di dalam hatiku…

(Bunda – Melly Goeslaw)

 ~~~

How grateful I am to Have Dad and Mom as My Parents

Bercerita tentang orang tua maka tidak akan pernah ada habisnya. Peran orang tua terhadap kita tidak akan pernah tergantikan. Jasa orang tua terhadap kita tidak akan mampu kita balas, kita hanya mampu membahagiakan mereka saja. Tidaklah heran, kedudukan orang tua dalam Islam sangat dimuliakan. Ridha Allah SWT terletak pada ridha orang tua. Kita tidak boleh melawan perintah orang tua kecuali itu bertentangan dengan ajaran agama. (Jika ada yang ingin mengoreksi dan menambahi, saya persilakan dengan senang hati)

Saya sadar tidak semua orang seberuntung saya. Ada anak sudah tidak bisa melihat ayah atau ibunya lagi sejak ia dilahirkan, atau bahkan kedua orangtuanya. Seorang anak yang kehilangan orangtuanya saat ia masih kecil, atau anak yang tidak dapat melihat jasad orangtuanya karena orangtuanya meninggal dalam kecelakaan besar, dsb. Seorang anak yang ditelantarkan oleh ayah dan ibunya, atau yang sama sekali tidak pernah merasakan perlakuan yang seharusnya ia dapatkan dari orangtuanya. Dan masih banyak kisah-kisah memilukan lain tentang anak dan orangtua. Kisah-kisah itu menyadarkan saya bahwa saya tidak boleh menyombongkan keberuntungan saya, melainkan saya harus mensyukurinya dan berempati dengan orang lain.

Ya. Saya sangat bersyukur karena saya diberikan Allah orang tua seperti ayah dan bunda. Orang yang akan selalu saya banggakan, dan menjadi pahlawan dalam hidup saya. Dan saya sadar, apa yang saya lakukan kepada mereka tidak akan pernah bisa membalas jasa mereka terhadap saya. Hanya Allah SWT yang mengetahui rasa cinta saya kepada mereka. Dan Allah jugalah yang akan membalas semua kebaikan orang tua saya, seperti yang tertulis dalam doa untuk kedua orang tua.

Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kama rabbayaanii shaghiiraa.

Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan ibu-bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.

Wallahua’lambishawab.

 

Untuk ayah  di sisi-Nya, maafin Icha jika ada banyak hal terlewati dan hal-hal yang belum sempat Icha lakukan untuk membanggakan ayah. Untuk bunda, terima kasih selalu sabar menghadapi gadis kecilmu yang manja dan keras kepala ini. Thanks Dad and Mom. Words aren’t enough to describe how much I love you…

Advertisements

14 thoughts on “Tentang Ayah dan Bunda

  1. Nggak nyangka tulisan macam begini ‘lahir’ from a girl as young as you.. :’) Pastinya nggak lepas dari didikan Ayah-Bundanya 😊 Setuju sama komentarnya Mba Nadia, hope you’ll make a great parent 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s