Posted in Trip

Trip to Bandung

Sebenarnya perginya ini udah beberapa bulan lalu sih tapi gak papa deh baru nulis sekarang berhubung saya baru mulai aktif ngeblog lagi setelah berbulan-bulan meninggalkan blog saya, hehe. 😁

Kami berangkat dari rumah kakak saya di Jakarta sekitar pukul delapan pagi. Lumayan lama di jalan, badan pun jadi agak pegal di mobil, haha. Tiba di Bandung bertepatan dengan waktu shalat dzuhur, jadilah kami berhenti sebentar di sebuah masjid untuk shalat dzuhur dan beristirahat sebentar.

image

Setelah itu kami mau melanjutkan perjalanan lagi, tapi masih belum menentukan mau kemana soalnya niat kami pergi memang cuma mau jalan-jalan keliling kota Bandung saja. Kami lalu memutuskan untuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung) saja. Sebelum ke ITB kami cari rumah makan dulu untuk makan siang. Setelah itu baru kami melanjutkan perjalanan ke ITB dan tentunya kami cuma di kawasan luarnya saja, di dekat Taman Ganesha. Suasana di Jl. Ganesha terlihat sangat asri dan sejuk dengan adanya pepohonan yang rindang. Akhirnya kami di sana cuma makan-makan jajanan yang dijual di sana dan foto-foto di depan Taman Ganesha, dan keponakan saya di sana naik delman. Tidak terasa sudah masuk waktu ashar. Kami lalu shalat ashar di Masjid Salman ITB. Masjidnya cukup luas, bersih, dan tertata. Selain shalat, di masjid itu juga terlihat banyak mahasiswa yang belajar kelompok hingga pengajian. Tidak heran para mahasiswa betah berlama-lama di masjid dengan suasana yang nyaman seperti itu. Selesai shalat Ashar kami pun melanjutkan perjalanan lagi.

image

Saat kami melewati Jl. Braga (dekat Jl. Asia Afrika) terlihat banyak masyarakat Bandung yang menikmati berjalan kaki di sore yang cerah itu. Saya pengen turun karena dari mobil saya melihat banyak view bagus di sana yang bisa dijadikan objek foto ataupun background untuk berfoto, tapi berhubung anak kakak saya yang masih bayi sudah ingin benar-benar beristirahat, mungkin karena sudah capek seharian jalan, akhirnya kami memutuskan untuk check in hotel dulu untuk beristirahat baru malamnya ke Jl. Braga lagi. Saya sempat mengambil beberapa foto di sana dari dalam mobil.

image

Setelah beristirahat di hotel (kami menginap di Kedaton Hotel), selepas Isya kami ke kawasan Jl. Braga lagi. Di malam hari kawasan ini sangat ramai, lebih ramai dari tadi sore, apalagi saat itu malam Minggu. Saya sendiri malah kehilangan mood saya untuk berjalan-jalan di sana, tidak tahu kenapa mungkin karena memang tadinya saya ingin mengambil foto-foto di sana pada saat hari masih terang. Tapi karena sudah terlanjur ke sana ya sudah kami berjalan-jalan sebentar. Ternyata di Jl. Asia Afrika sedang ada Car Free Night dan di depan Museum Konferensi Asia Afrika ada band musik- sepertinya band lokal- yang sedang perform. Hanya sebentar di sana, kami lalu makan malam di sebuah cafe di Jl. Braga dan setelah itu langsung kembali ke hotel.

image

image

Besok paginya setelah bersiap-siap kami pun check out dan tujuan kami hari itu adalah ke Rumah Stroberi. Tapi sebelum ke sana, kami sempatkan dulu ke icon Kota Bandung, Gedung Sate. Minggu pagi itu terlihat sangat ramai dengan pengunjung yang ingin di depan Gedung Sate. Di lapangan Gasibu, di depan Gedung Sate, juga terlihat dipenuhi oleh masyarakat Bandung. Ada yang olahraga, ada yang cuma nongkrong, dan banyak juga yang foto-foto tentunya. Seperti di ITB, di sekitar Gedung Sate juga banyak delman yang tentu saja menarik perhatian anak-anak kecil.

image

image

image

Setelah sekitar satu jam di sana kami melanjutkan perjalan ke Rumah Stroberi. Kami sampai di Rumah Stroberi sudah menjelang siang. Beruntung kami masih bisa mendaftar untuk masuk ke Kebun Stroberinya, karena sepertinya jumlah pengunjung untuk masuk ke Kebun stroberinya hari itu dibatasi. Mungkin karena buah stroberinya yang ranum di kebun sudah tinggal sedikit berhubung banyaknya pengunjung yang datang hari itu. Kebun Stroberinya kalau saya tidak salah ingat ada empat tingkat lahan. Hurray! Saya memang paling suka kalau berada di perkebunan stroberi. Walaupun stroberinya sudah tidak terlalu lebat lagi, karena seperti yang saya bilang tadi pengunjungnya sangat ramai hari itu.

image

image

Puas memetik buah stroberi kami pun menyerahkan stroberi-stroberi yang sudah kami petik untuk ditimbang oleh petugas, lalu dibayar untuk dibawa pulang. Selain kebun stroberi, di Rumah Stroberi ini juga terdapat beberapa cafe, gazebo-gazebo kecil, penginapan hingga arena permainan alam. Kami memilih makan di cafe di dekat kami memarkirkan mobil dan memesan menu lesehan yang disediakan di sana. Di dinding cafe terpajang foto-foto selebritis yang pernah mengunjungi Rumah Stroberi. Selesai makan dan shalat dzuhur di mushala yang disediakan di sana, ingin rasanya saya bermain di arena permainan alam. Sayang kami tidak bisa berlama-lama di situ karena harus segera kembali ke Jakarta untuk menghindari macet saat tiba di ibukota. See ya, Bandung! 🙂

Advertisements

19 thoughts on “Trip to Bandung

    1. Waaa I know that feel! Pernah pas ke kebun stroberi di Brastagi stroberinya lg gak musim, berikutnya setiap ke Brastagi jadi gak niat ke kebun stroberi lg, pdhal kalo pas musim kan byk ya haha 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s