Posted in Review

Review Novel The Secret Diaries of Miss Miranda Cheever

 

image
http://www.bukupedia.com

Judul       : The Secret Diaries of Miss Miranda Cheever
Penulis   : Julia Quinn
Genre      : Historical Romance
Penerbit : Piatkus
Rilis         : 2007
ISBN        : 0749938323
Bahasa    : English
Halaman: 368

Buku ini bisa dibeli di toko buku online Bukupedia: klik di sini.


Sinopsis

Saat berumur 10 tahun, Miranda Cheever jatuh cinta kepada Turner, kakak dari sahabatnya, Olivia. Pembicaraannya bersama Turner- saat Turner mengantarnya pulang setelah acara ulang tahun Olivia dan Winston (saudara kembar Olivia)- telah membuatnya menaruh perasaan kepada Turner. Miranda yang dianggap tidak cantik oleh standar kecantikan di sana saat itu ternyata sangat dikagumi Turner akan kecerdasannya. Turner mengatakan pada Miranda bahwa dia akan tumbuh cantik saat dewasa seiring dengan kecerdasannya. Turner juga menyarankan Miranda untuk membuat jurnal pribadinya. Mengikuti saran Turner, mulai hari itu dia menulis buku harian tentang kehidupannya.

Kemudian cerita berlanjut saat Miranda beranjak dewasa, delapan tahun kemudian. Turner diceritakan sudah menikah, namun kemudian istrinya meninggal dan dia kembali ke rumah keluarganya. Miranda yakin rasa cintanya kepada Turner tidak berubah. Keadaan Turner sangat kacau. Dia menjadi pria dewasa yang pahit. Di sini kemudian diceritakan Miranda dan Turner diceritakan menjadi semakin dekat. Dan hal-hal tak terduga terjadi setelahnya.

Review

Satu lagi novel manis dari Julia Quinn. Seperti kebanyakan novel-novel Julia Quinn yang lain, cerita ini berlatar Inggris tahun 1800-an. Kisah-kisah tentang bangsawan Inggris seperti pesta dansa sangat kental disajikan dalam cerita ini. Saya sangat suka penggambaran Julia Quinn terhadap karakter Miranda yang cerdas, keras, dan berani. Salah satu contohnya adalah saat ia bersikeras ingin membeli buku di toko buku khusus laki-laki. Ia sampai rela berdebat dengan si penjaga toko. Pun tentang karakter Turner cukup kuat diceritakan. Seperti kebanyakan tokoh utama pria dalam novel Julia Quinn yang lain, Turner ini juga digambarkan sangat rupawan yang disukai banyak wanita.

Saya juga sangat menikmati dialog-dialog yang ditulis secara apik oleh Julia. Terutama dialog antara Miranda dan Turner, walaupun banyak dialog panjang-panjang, tidak membuat bosan pembacanya. Malah dialog-dialog itu yang membuat hidup cerita di dalam novel. Novel ini sendiri fokus kepada kisah Miranda dan Turner. Hampir tidak ada konflik di luar cerita tentang mereka. Walaupun begitu, tokoh-tokoh yang lain juga digambarkan secara jelas karakternya. Seperti Olivia yang memiliki karakter yang light dan banyak bicara ini juga mendapatkan porsi yang besar dalam novel ini. Cerita persahabatan Miranda dan Olivia menjadi cerita pendamping yang manis di novel ini.

Cerita cukup mengalir dan enak dibaca namun ada beberapa hal yang membuat saya kesal. Setelah kemudian Turner tahu bahwa Miranda mengandung anaknya, dia bermaksud mengajak Miranda menikah. Turner merasa harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Tapi Miranda pun menolak, dia bilang Turner tidak perlu merasa bertanggung jawab karena dia sudah keguguran. Sebenarnya dia tidak suka kenyataan bahwa Turner ingin menikahinya karena beban tanggung jawab, bukan karena mencintainya. Tapi Turner tetap memaksa ingin menikahi Miranda. Di bagian itu saya merasa cerita cukup membosankan karena dibuat terlalu panjang. Dan saya yang tadinya suka karakter Turner jadi sebal karena di situ dia terkesan kepedean. Dia berpikir seharusnya Miranda mau saja diajaknya menikah karena Miranda kan sangat mencintainya.

Setelah bagian itu cerita cukup datar menurut saya. Setelah kemudian diceritakan mereka menikah, semuanya baik-baik saja dan terasa manis. Namun, Miranda sangat berharap Turner akan mengatakan “I love you” padanya karena Turner selama ini belum pernah mengatakannya. Dia meminta Turner mengatakannya tapi Turner sendiri seperti belum yakin pada perasaannya walaupun dari narasi terlihat bahwa sebenarnya dia mencintai Miranda. Dan bagian itu juga membuat saya kesal karena cerita seperti diulur-ulur untuk sampai ke ending. Saya kesal sama Turner yang susah sekali mengatakan “I love you” dan saya juga kesal sama Miranda yang seperti memaksa.

Novel ini bukan novel Julia Quinn favorit saya. Saya lebih suka novel-novelnya yang lain seperti Mr. Cavendish I Presume dan The Lost Duke of Wyndham. Tapi sebagai penggemar Julia Quinn, tentu saja novel ini tidak saya lewatkan. Saya menyenangi cerita Inggris klasik dan saya selalu suka gaya bercerita Julia Quinn yang mengalir. Dan dalam novel ini Julia Quinn sangat baik menggambarkan perasaan kedua tokoh utama walaupun menggunakan sudut pandang orang ketiga. Dan tentu saja, novel ini memiliki pesan yang ingin disampaikan.

Pesan

Buku yang baik pasti memiliki pesan di dalamnya. Ada dua pesan utama yang saya ambil dari novel ini. Yang pertama adalah bahwa dua orang yang menjalin hubungan harus menerima kekurangan pasangannya walaupun terkadang sikapnya tidak seperti yang diinginkan. Yang kedua, bahwa cinta juga perlu dikatakan. Banyak orang bilang bahwa cinta tidak perlu diungkapkan lewat kata-kata tapi tingkah laku. Tapi apa benar tidak perlu diungkapkan? Sebaik apapun cinta ditunjukkan tetap perlu pernyataan, bukan? Apalagi kita tidak tahu sampai di mana batas usia orang yang kita cintai.

 

Advertisements

20 thoughts on “Review Novel The Secret Diaries of Miss Miranda Cheever

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s