Posted in Review

Inspirasi Wanita Vol.1 “Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan” Bersama Hijup & Bukalapak

Selamat hari Senin. Senin gini ngomongin keuangan, yuk! Yang namanya mengatur keuangan itu pasti susah-susah gampang. Jangankan yang sudah berkeluarga, yang masih single seperti saya aja suka pusing kalau membahas keuangan. Ayo, siapa yang pas ada uang bawaannya pengen belanja-belanja? Saya ngaku deh, hahaha. Nah, seperti apapun pengeluaran kita harus tetap bijak kan dalam mengatur keuangan. Apalagi nih untuk yang punya usaha atau baru memulai usaha, pasti akan lebih rumit lagi mengatur keuangannya.

Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan

Sabtu tanggal 22 Oktober kemarin saya menghadiri talkshow Inspirasi Wanita Vol.1 yang diadakan oleh Hijup dan Bukalapak dengan tema “Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan” di Plaza City View. Narasumbernya terdiri dari 3 wanita yang menginspirasi. Ada Mbak Ayu Dyah Andari, seorang womanpreneur dan fashion designer, owner of A.D.A by Ayu Dyah Andari. Ada juga Mbak Prita Ghozie, seorang financial planner, founder & CEO of ZAP Finance. Kemudian Ada Mbak Ayya, seorang pelapak di Bukalapak. Apa saja sih yang bisa kita pelajari dari mereka? Berikut materinya yang saya rangkum.

Narasumber

Mbak Ayya

Mbak Ayya yang seorang single parent memulai usaha online-nya untuk membantu memenuhi kebutuhan. Dia memulai usahanya awalnya hanya lewat sosial media dan bbm. Kemudian dia memilih untuk membuka toko online di Bukalapak karena menurutnya berjualan dengan membuka toko online di platform e-commerce seperti ini lebih memudahkan dalam transaksi, seperti tidak perlu lagi mengingatkan customer untuk mentransfer pembayaran. Jadi kita bisa fokus pada proses pengiriman.

Mbak Ayu Dyah Andari

Mbak Ayu ini ternyata seorang Sarjana Teknik loh, cum laude pula. Mbak Ayu sudah punya passion di bidang fashion sejak kecil dan sudah memiliki keinginan menjadi fashion designer, apalagi mamanya juga seorang designer. Kreatifitasnya sudah terasah sejak dulu, saat kuliah dia sering merombak baju. Saat pengen beli baju baru tapi sedang tidak ada uang, dia sering merombak baju lama sehingga kelihatan seperti baju baru. Kreatif banget yah!

Mbak ayu sempat bekerja di sebuah perusahaan, tetapi kemudian memutuskan berhenti agar memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anak. Saat masih bekerja dia sering merancang baju untuk dipakai sendiri. Ternyata teman-temannya banyak yang suka dan pesanan mulai berdatangan. Dari situ dia mulai berpikir untuk berbisnis  saja. Dia memulai bisnis fashion-nya tahun 2011, mulai berkembang 2013, dan sekarang sudah sampai ke luar negeri seperti Taiwan dan Korea.

Menurut Mbak Ayu, di awal membuka usaha jangan terlalu memikirkan untung. Dan jangan takut untuk membuka usaha jika terkendala oleh modal. Kita bisa mulai dengan modal yang sedikit, atau dengan membuat 1 piece dulu, nanti jika ada yang tertarik kita bisa menerima pesanan. Jangan muluk-muluk memikirkan untung besar dulu, anggap saja belajar dan bekarya tapi dibayar. Mulailah dari nol. Oh ya, satu pesan yang perlu digarisbawahi dari Mbak Ayu yaitu: Membuka usaha sendiri bisa lebih fleksibel waktunya (daripada bekerja di perusahaan) tapi bukan berarti bisa santai, tetap fokus, kerja keras, dan konsisten dalam menjalankan usaha.

Mbak Prita Ghozie

Pertanyaan Mbak Prita kepada audience waktu itu adalah tentang berapa rekening yang dimiliki. Umumnya kita memiliki rekening paling banyak dua ya. Menurut Mbak Prita sebaiknya kita paling tidak memiliki tiga rekening yaitu: living, saving, dan playing. Living untuk keperluan pokok atau pengeluaran sehari-hari kita. Saving untuk tabungan kita pastinya. Dan playing untuk kita bersenang-senang, maksudnya untuk menyenangkan diri kita, misalnya belanja barang-barang yang kita pengenin, atau untuk travelling. Iya ini penting, kita sudah capek kerja jadi harus menghadiahi diri sendiri supaya lebih bersemangat.

Nah, ini terutama untuk ibu-ibu rumah tangga ada tips dari Mbak Prita. Setiap bulan keuangan bisa diamplop-amplopin (dijatah) untuk beberapa keperluan, jadi bisa di-estimasi berapa biaya untuk setiap kebutuhan itu.

Kalau yang tidak membuka usaha saja sebaiknya kita perlu tiga rekening, bagaimana kalau kita punya usaha? Pastinya lebih dari tiga dong hehe. Harus ada rekening khusus untuk keperluan usaha. Intinya rekening pribadi dan rekening bisnis harus dipisahkan. Mempunyai usaha sudah pasti resikonya pengaturan keuangan menjadi semakin rumit, karena ada pengeluaran untuk keperluan usaha seperti misalnya gaji karyawan dan biaya produksi. Makanya kita perlu perencanaan keuangan yang baik.  Karena kalau kita tidak memulai rencana keuangan maka keuangan kita tidak akan berhasil.

Saat awal memulai bisnis bisa dikatakan kita bekerja sendiri, merintis dari awal. Dalam menjalankan bisnis, lakukanlah step by step. Berikut langkah-langkahnya.

  • Pikirkan dengan matang

Pikirkan dengan baik konsep usaha yang akan kita buka. Awal membuka usaha kita harus memikirkan atau sudah mempersiapkan biaya produksi seperti tarif listrik, sewa tempat, dll untuk 6 bulan ke depan. Mulailah usaha dengan biaya produksi yang rendah. Jadi, jangan gegabah mengambil keputusan seperti langsung membuka beberapa toko saat usaha baru mulai berkembang. Biaya produksi untuk toko-toko tersebut harus dipikirkan, karena jika ternyata hasil usaha kemudian tidak menggembirakan, kita bisa rugi.

  • Evaluasi

Setelah usaha berjalan, kita hendaknya selalu melakukan evaluasi dalam periode waktu tertentu agar kita dapat menilai sejauh mana usaha kita, apakah berjalan dengan baik atau ada yang harus diperbaiki untuk meningkatkan bisnis kita, dan sebagainya.

  • Hasil usaha juga menambah kesejahteraan kehidupan pribadi

Artinya hasil usaha yang kita jalankan dapat memberi kesejahteraan untuk kita pribadi juga, bagi yang sudah berkeluarga baiknya hasil usaha dapat menambah pendapatan rumah tangga juga.

  • Target

Kita harus punya target untuk penghasilan usaha kita agar ada habit untuk bisa save dan disiplin. Dengan begitu, peningkatan yang kita inginkan dalam usaha kita bisa terencana dengan baik.

Mbak Prita juga sedikit berbicara tentang investasi nih. Menurut Mbak Prita jika ingin berinvestasi untuk 10 tahun, misalnya untuk biaya anak kuliah, jangan buka tabungan tapi pilihlah reksa dana saham. Untuk bisnis, kita bisa memilih atau merencanakan usaha yang kira-kira usahanya 10 tahun ke depan masih ada value.

Q & A

Nah, terus nih ada pertanyaan dari salah satu audience. Si penanya ini punya usaha keluarga, dia yang sudah bekerja dan passionnya bukan dalam usaha fashion, harus menangani usaha keluarganya itu. Akhirnya dia berhenti bekerja dan mulai menjalankan usaha. Pertanyaannya apakah dia sebaiknya tetap menjalankan usahanya itu atau mencari orang lain yang lebih punya passion untuk menggantikannya menjalankan bisnisnya? Yang manakah yang lebih prioritas, gaji karyawan atau pendapatan owner (pemilik usaha)? Kira-kira begitulah ya pertanyaan si Mbak penanya.

Saran dari Mbak Ayu nih: Coba temukan asyiknya dulu selama berkecimpung di dunia bisnis yang sedang digeluti saat ini walaupun sebenarnya passion-nya bukan di situ. Kalau kelak menemukan orang yang lebih andal maka bisa mempekerjakan orang tersebut untuk menggantikan kita. Mempekerjakan orang yang mempunyai passion bisa membawa keuntungan yang lebih. Dan untuk prioritas, menurut Mbak Ayu sebaiknya dahulukan karyawan, karena karyawan itu aset untuk bisnis kita. Mencari karyawan yang cocok tentu tidak mudah, maka tidaklah salah jika kita mementingkan kesejahteraan mereka.

Saran dari Mbak Prita: Pemilik usaha baiknya dibayar paling akhir. Jadi dalam bisnis, omset dikurangi biaya produksi, lalu menggaji karyawan dan terakhir adalah profit. Kalau kita membuka usaha, tempatkanlah diri kita (pemilik usaha) sebagai seorang karyawan juga, jadi juga wajib dibayar/digaji.

Foto Bareng (Source: http://www.instagram.com/hijup)

Begitulah kurang lebih materi dari ketiga narasumber yang saya rangkum. Jadi bisa belajar tentang kiat-kiat berbisnis dan mengatur keuangan dari mereka. Oh ya, selain talkshow kemarin juga ada games yaitu game meng-upload foto paling menarik selama acara berlangsung ke instagram dan game dengan aplikasi Bukalapak, membeli produk di Bukalapak (hanya memasukkan ke keranjang belanja) dengan nominal Rp. 200.000, yang jumlah item-nya terbanyak menjadi pemenang. Well, terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Happy Monday!

Advertisements

13 thoughts on “Inspirasi Wanita Vol.1 “Pintar Berbisnis, Bijak Mengelola Keuangan” Bersama Hijup & Bukalapak

  1. asiknya… bisa dapat banyak ilmu. 😀 saya pernah sih bagi- bagi pemasukan ke amplop- amplop. tapi tidak bertahan lama. karena kan bukan pegawai ya.. jadi pemasukannya nggak tentu lagipula saya usahanya bimbingan belajar yang panennya 6 bulan sekali, sementara pengeluaran setiap hari. 😀 *malahcurhat

    1. Haha..thanks for sharing, Mbak. I see, kakak aku juga punya usaha bimbel. Memang tiap semester bakalan lebih besar pendapatannya karna biasanya menjelang atau saat ujian para siswa lebih intensif lesnya ya. 😊

  2. Saya paling parah kalo masalah keuangan. Sampai sekarang djakhir bulan cuman sisa sedikit sekali. Padahal klo dipikir2 usaha sedang bagus. Ksyaknya harus berusaha ngerem pengeluaran. Nice post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s