Posted in Thoughts

Potret Pembangunan Pariwisata Indonesia, Sudahkah Kita Berbenah?

image

Indonesia adalah surga wisata. Tidak terlalu berlebihan jika saya bilang begitu, karena seperti yang kita ketahui, di Indonesia banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari wisata alam, sejarah, hingga budaya. Namun, sudahkah pariwisata Indonesia dikenal dunia dan menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung?

Menurut data yang dirilis asean.org per 30 September 2015, jumlah kedatangan ke Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Thailand dan Singapura. Dengan jumlah penduduk yang lebih banyak dan kekayaan alam yang melimpah semestinya jumlah pengunjung pariwisata kita tak kalah dengan mereka. Ini bukan tentang persaingan antara negara-negara Asia Tenggara, namun lebih kepada pembenahan dalam pembangunan pariwisata Indonesia agar mengalami kemajuan dan lebih dikenal dunia.

Menurut saya ada 4 faktor penting yang sangat mempengaruhi perkembangan pariwisata di Indonesia. Ini bukan analisis mendalam tentang pembangunan pariwisata di Indonesia, namun lebih kepada pendapat dan harapan saya sebagai penduduk Indonesia biasa terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Berikut 4 faktor tersebut.

PROMOSI

Promosi skala besar sudah semestinya dilakukan dan memang hal itu sudah dilakukan pemerintah sejak dulu seperti pertunjukkan-pertunjukkan budaya ke luar negeri, mengikuti acara-acara pariwisata dan kebudayaan internasional, hingga membuat program-program untuk memperkenalkan dunia pariwisata Indonesia seperti Pesona Indonesia.

Dan promosi juga tentu dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara luas. Apalagi di era internet sekarang ini, memperkenalkan pariwisata Indonesia ke dunia bukanlah hal yang sulit. Membuat ulasan-ulasan tentang pariwisata Indonesia di blog serta berbagi foto dan video di berbagai jejaring sosial sangat banyak dilakukan. Tak heran menjadi travel blogger atau travel vlogger sudah menjadi seperti satu profesi populer yang banyak digeluti sekarang ini. Dan itu merupakan hal positif, karena dengan begitu sudah memperkenalkan pariwisata Indonesia bukan hanya kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga kepada dunia. Semua usaha yang sudah dilakukan sebaiknya lebih kita gencarkan lagi. Indonesia itu unik. Jika kebanyakan negara lain memiliki satu kekhasan, maka Indonesia memiliki keberagaman yang menawan yamg kemudian juga menjadi kesatuan yang khas.

image
Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara

INFRASTRUKTUR

Berbicara tentang pariwisata, maka tak akan lepas dari infrastruktur. Infrastruktur yang baik akan memberi dampak positif untuk kemajuan pariwisata. Untuk lokasi-lokasi wisata di pusat-pusat kota tidak mengalami permasalahan berarti karena umumnya infrastruktur di kota-kota besar sudah memadai. Lalu bagaimana yamg di daerah-daerah pedesaan? Seperti kita ketahui, wisata alam di Indonesia lebih banyak berada di pedesaan. Sebagai contohnya adalah kita sering mendengar bahwa suatu tempat wisata di desa-desa kecil sangat sulit diakses karena medannya yang tidak bersahabat seperti jalan-jalan yang rusak atau memang jalan-jalan di desa tersebut belum diaspal, dan sebagainya.

Pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah Indonesia sebenarnya sudah dilakukan bahkan hingga ke pedesaan. Namun, mungkin menjadi PR bagi pemerintah untuk terus melakukan pemerataan secara menyeluruh. Dan itu semua tentu butuh proses karena Indonesia memiliki wilayah sangat luas, sehingga hal itu bukanlah hal yang mudah. Lalu, bagaimana dengan kita sebagai penduduknya. Kita seharusnya menjaga semua yang telah dibangun. Jangan kita menuntut pembangunan, namun di saat yang sama kita malah merusak infrastruktur tersebut.

image
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat

PEMELIHARAAN

Nah, sudah mempromosikan pariwisata lalu apa yang harus kita lakukan? Sudah pasti kita harus menyediakan tempat wisata yang nyaman. Nyaman di sini mencakup unsur sapta pesona dan kemudahan yang didapat oleh wisatawan saat berkunjung. Sudah menjadi kewajiban kita untuk lebih mengoptimalkan usaha pemeliharaan tempat wisata. Kekayaan alam kita sangat berlimpah. Banyak negara lain yang membuat taman hijau buatan, kita yang mempunyai banyak hamparan hijau alami tidak dikelola dengan baik. Tanggung jawab besar ada pada pengelola. Namun juga kewajiban kita sebagai pengunjung untuk menjaga lingkungan di tempat wisata yang kita kunjungi.

Kita sibuk membandingkan ketertiban yang kita lihat di negara lain dengan negara kita, namun masyarakat kita sendiri kesadarannya sangat kurang. Seperti persoalan sampah, banyak pengunjung yang sesuka hati membuang sampah sembarangan padahal sudah disediakan tempat sampah. Apa susahnya membuang sampah pada tempatnya? Belum lagi terkadang ada pengunjung yang merusak fasilitas atau benda-benda di suatu tempat wisata lalu berkilah “Kita kan sudah bayar”. Terus kalau sudah bayar uang masuk boleh sesuka hati? Saya heran dengan orang-orang yang berpola pikir seperti itu. Begitu juga dengan lokasi wisata yang masih sangat alami terkadang dirusak dan dikotori oleh mereka yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Tentu saja tidak semua orang seperti itu. Masih banyak orang-orang baik yang peduli terhadap lingkungan. Sudah sepatutnya kita lebih memiliki kesadaran untuk pemeliharaan lingkungan.

image
Perkebunan Teh Agrowisata Gunung Mas, Bogor, Jawa Barat

KEAMANAN

Walaupun kita mempunyai banyak tempat wisata yang menawan, tidak akan menarik wisatawan jika tempat wisata kita jauh dari kata aman. Pengunjung tidak akan merasa nyaman jika tempat wisata yang ia kunjungi banyak terjadi tindakan kriminal seperti perampokan dan sebagainya. Hukuman sudah sepantasnya diberikan kepada pelaku kriminal seperti itu agar jera. Menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan warga setempat untuk menjaga keamanan di suatu tempat wisata.

Itulah menurut saya hal-hal yang sangat penting dalam pembangunan pariwisata Indonesia. Kita ingin wisatawan yang datang ke negara kita akan mempunyai penilaian yang baik dan kenangan yang indah tentang negara kita. Sehingga akan membuat mereka ingin datang lagi di kemudian hari atau mungkin akan merekomendasikan tempat-tempat wisata kita sebagai tujuan berlibur. Pembangunan pariwisata di Indonesia sudah menunjukkan kemajuannya, walaupun belum pesat. Untuk itu, perlu semangat juang dan persatuan yang besar untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan pariwisata Indonesia agar misi kita untuk mengenalkan pariwisata Indonesia ke berbagai belahan dunia terwujud. Mari berbenah!

Selamat Hari Pahlawan!


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” – Ir. Soekarno

Referensi: http://asean.org

Advertisements
Posted in Thoughts

There Were Times

image
http://www.pexels.com

There were times when you felt so annoyed by everything, got upset and so mad but you didn’t know why. You were so angry that you just wanted to cry. You threw all your stuff away so you could release your anger. Yet it didn’t help.

There were times when you felt so anxious, you were afraid to face everything. You felt insecure. You were tired of everything. You found yourself cold and numb. All you wanted to do was hiding. Hiding from everyone, hiding from everything.

There were times when you felt so devastated. You hated everything, you hated everyone, you even hated yourself. All you wanted was to go somewhere else. You just wanted to close your eyes and when you opened them, everything was alright.

There were times you wanted to be alone. To free your ego, to find your sanctuary. But they kept chasing you with their complicated presences. They kept disturbing you with things you didn’t even care. They started judging your life. You just wanted to get rid of them all.

There were times when you didn’t know what to do, you didn’t even know what to think. You were clueless. And you wanted to blame it all on life. But sometimes you think that it was all your fault. And then you kept blaming yourself. Yeah, you made troubles. Trouble was a friend of yours. And maybe you were the trouble itself.

Breathe…

There were times you made mistakes and wrong decisions. There were times you fell and failed. There were times you felt so empty and low. There were times you were so depressed and stressed. But baby, everyone ever did and was.

It’s okay to be sad, it’s okay to cry. But don’t stop believing that you can rise again. You just need to step, even though only a small step. Tell yourself to never give up. Kill the fear, grow your self-esteem, and feel the blessings of God. Feel the love around you and start to smile. You deserve the happiness.

Posted in Thoughts

Membangun Indonesia Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi

image

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peran yang besar dalam perkembangan kehidupan manusia dari waktu ke waktu. Perkembangan TIK mencakup kegiatan-kegiatan manusia di berbagai bidang sehingga memberikan efisiensi terhadap pekerjaan manusia.

Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Seperti yang saya kutip dari wikipedia.org, pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diartikan sebagai: kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

Teknologi Informasi dan Komunikasi terdiri dari dua aspek yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Keduanya saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Penggabungan keduanya telah memberikan banyak kemudahan bagi pemenuhan kehidupan manusia.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Di masa lalu, orang-orang mengandalkan surat-menyurat dalam hal berkomunikasi. Setelah hadirnya telepon rumah dan kemudian telepon seluler, masyarakat dapat dengan mudah berkomunikasi walaupun dengan jarak yang jauh. Hadirnya televisi juga memudahkan masyarakat dalam menerima informasi dari berbagai penjuru dunia. Berbicara tentang teknologi informasi dan komunikasi maka tak lepas dari membicarakan komputer. Komputer yang berasal dari kata computer awalnya menggambarkan pekerjaan yang berkaitan dengan perhitungan aritmetika. Namun, seiring berjalannya waktu, komputer memiliki fungsi yang semakin luas dan mengalami perkembangan dari generasi ke generasi.

image

Saat ini penggunaan desktop atau personal computer (PC), laptop, dan smartphone bukan hal yang asing lagi bagi kita. Kecanggihan gadgets yang selalu berkembang dari masa ke masa telah memberikan efisiensi pada pekerjaan manusia.

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Berbagai Bidang

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dapat kita lihat di berbagai bidang, misalnya dalam bidang-bidang berikut:

  • Pendidikan
    Dalam dunia pendidikan cukup banyak kita lihat penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Para guru kini sering menerapkan pengumpulan tugas via email. Dalam hal pengajaran, para pengajar juga sudah menerapkan Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), contohnya jika dulu para pengajar hanya menggunakan papan tulis sebagai media, kini mereka sering mempresentasikan poin-poin materi mereka menggunakan laptop yang dihubungkan ke proyektor. Pembelajaran Berbantuan Komputer juga dapat digunakan secara mandiri oleh siswa misalnya dengan mengunduh game edukasi atau aplikasi yang memuat rangkuman materi pelajaran dan contoh-contoh soal. Begitu juga dengan e-learning, mulai dari siswa yang sering menjadikan internet sebagai sumber untuk bahan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mereka hingga ke perkuliahan yang bisa dilakukan secara online. Saat ini pemerintah juga sudah mulai mengujicoba sistem Computer Based Test (CBT) dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
  • Pemerintahan dan Politik
    Pemerintahan dan Politik juga tak lepas dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Mulai dari pembangunan website lembaga-lembaga pemerintahan sebagai sarana informasi dan komunikasi yang dapat diakses masyarakat, hingga penggunaan sistem Quick Count untuk perhitungan perolehan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) dan wakilnya ataupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dengan Quick Count, masyarakat luas dapat melihat perkembangan perolehan suara secara live melalui media televisi atau internet yang tentu saja menjadi solusi bagi antusiasme dan keingintahuan masyarakat yang kini semakin besar terhadap dunia politik.
  • Ekonomi
    Di bidang ekonomi tentu saja sangat banyak kita jumpai penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Contohnya yang sangat dekat dengan masyarakat adalah online banking dan e-commerce. Pada era sekarang ini, e-commerce berkembang sangat pesat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Banyak sekali e-commerce baru bermunculan, baik yang berupa situs online ataupun berbentuk aplikasi. Sosial mediapun banyak digunakan sebagai sarana penjualan online. Berbelanja online menjadi pilihan yang sangat diminati masyarakat. Hanya tinggal memesan secara online, mentransfer biaya, lalu barang yang dipesanpun akan dikirim ke alamat yang dituju.
  • Sosial
    Penerapan teknologi informasi dan komunikasi di bidang sosial tentu sudah tak asing lagi. Bersoalisasi dan berbagi di jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan instagram bisa dibilang sudah menjadi hal yang dilakukan masyarakat sehari-hari. Mudahnya bersosialisasi, berbagi informasi dan hasil karya, hingga bisnis membuat masyarakat seperti tak bisa lepas dari jejaring sosial. Begitupun dengan aplikasi chatting kini menjadi pilihan masyarakat karena fungsinya sebagai media komunikasi yang mudah, murah, dan cepat.

image

Selain keempat bidang di atas, penerapan teknologi informasi dan komunikasi juga dapat kita lihat di bidang hiburan. Contohnya, saat ini kita juga dapat dengan mudah mengakses film, video musik, dan mengunduh lagu hanya dengan menggunakan komputer atapun smartphone yang terkoneksi dengan internet. Begitu pula di berbagai hal lain, penerapan teknologi informasi dan komunikasi memberikan efisiensi bagi kebutuhan masyarakat.

Penyebaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Wilayah Indonesia

Efisiensi yang diperoleh dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tentu memberikan dampak positif bagi pembangunan. Namun pertanyaannya, apakah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia telah merata ke seluruh wilayah Indonesia? Menurut data yang dirilis internetworldstats.com per Juni 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-8 dalam jumlah pengguna internet tertinggi di dunia, dengan jumlah penduduk Indonesia pengguna internet adalah sebesar 88 juta jiwa. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa, kita bisa menyimpulkan bahwa masih banyak penduduk Indonesia yang belum melek internet.

Seperti yang kita ketahui di Indonesia masih banyak sekali wilayah-wilayah terpencil yang mungkin belum terjamah teknologi secara keseluruhan. Saat di kota-kota besar sudah begitu canggihnya perkembangan teknologi dan penggunaan internet adalah hal yang lazim sehari-hari, masih ada wilayah-wilayah pedesaan yang mungkin masih sulit untuk mengakses jaringan internet. Ketidakmerataan ini wajar mengingat luasnya wilayah Indonesia yang berpulau-pulau dengan keadaan alam yang berbeda-beda pula.

Layanan internet konvensional melalui kabel telepon sulit ditemukan di daerah-daerah terpencil dan juga pengadaan layanan internet kabel memerlukan biaya sangat besar. Karena keterbatasan-keterbasan dari jaringan konvensional tersebut, sudah banyak solusi dari pihak-pihak swasta untuk jangkauan internet di daerah pedesaan, seperti jaringan internet berbasis satelit dan jaringan nirkabel. Sudah menjadi tugas pemerintah dan masyarakat untuk bekerjasama membangun Indonesia dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Peran Pemuda dalam Membangun Indonesia dengan Teknologi Informasi dan Teknologi

Pada saat ini, anak-anak muda dituntut untuk lebih kreatif dalam menemukan inovasi-inovasi baru di berbagai bidang karena para pemuda adalah calon pemimpin masa depan. Jika berbicara tentang perkembangan teknologi informasi dan teknologi, sebenarnya sudah banyak tokoh-tokoh muda dunia yang berkontribusi. Begitupun di Indonesia, contohnya saja banyak startup-startup baru yang sukses adalah besutan anak-anak muda. Mereka adalah para pemuda inspiratif yang bisa kita jadikan panutan.

image

Jika kita belum bisa melakukan hal-hal besar untuk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kita bisa melakukan langkah kecil seperti mengenalkan internet kepada masyarakat yang masih kurang akrab dengan teknologi. Contohnya, kita dapat mensosialisasikan penggunaan aplikasi-aplikasi toko online kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah-daerah. Dengan menjual secara online, mereka berkesempatan untuk mengenalkan produk mereka pada masyarakat luas. Dengan begitu kita sudah berpartisipasi dalam usaha memajukan ekonomi masyarakat dan tentu saja mewujudkan masyarakat yang melek internet dan tidak gagap teknologi (gaptek). Dengan usaha memaksimalkan penggunaan hasil inovasi yang sudah ada, diharapkan dapat menginspirasi kita untuk menciptakan sendiri hal-hal kreatif dan inovatif ke depannya. Contoh lainnya adalah dengan mengenalkan tempat-tempat wisata di Indonesia melalui media blogging ataupun media sosial lainnya. Dengan begitu kita sudah ikut mempromosikan dunia pariwisata Indonesia.

Sudah saatnya yang muda yang berkarya, memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemajuan bangsa di segala bidang dan terus berpikir kreatif untuk menemukan inovasi baru. Ayo bersama kita membangun Indonesia dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu negara. Namun, pembangunan negara hendaknya juga diiringi dengan pembangunan karakter SDM-nya sehingga kita dapat bersikap bijak dalam penggunaan teknologi dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai kita, manusia si pembuat teknologi, teperdaya oleh teknologi itu sendiri yang merupakan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) hasil dari kecerdasan alami kita.

Posted in Thoughts

Eid Mubarak

Assalamualaikum…

It’s a bit late, but… Eid Mubarak! Wah gak terasa ya udah lebaran ke-lima. Sepertinya ramadhan tahun ini cepat sekali berlalu ya. Maksud saya 30 hari kemarin terasa cepat sekali terlewati. Rasanya baru banget nungguin hasil sidang Isbat penentuan jatuhnya hari pertama ramadhan, terus tanpa terasa udah sidang Isbat penentuan 1 Syawal, dan sekarang udah hampir seminggu lebaran. Time flies!

image

Berhubung selama ramadhan kemarin gak ada bikin postingan saya mau sekalian deh ngomongin tentang ramadhan. Puasa bagus buat kesehatan. Dan sebaliknya, kita juga harus tetap menjaga kesehatan di bulan ramadhan biar selalu fit selama berpuasa. Tapi ya walaupun kita udah merasa jaga kesehatan, baik di bulan puasa ataupun tidak, tetap saja ada kalanya kita sakit. Seperti saya flu dan demam selama beberapa hari di bulan ramadhan kemarin. Memang sudah waktunya sakit, ya anggap saja sebagai pembelajaran agar lebih menjaga kesehatan lagi ke depannya.

Dan selain kesehatan fisik yang kita latih selama ramadhan adalah kesehatan hati. Selama sebulan kita dilatih untuk bersabar, mengendalikan diri, ikhlas dan menghindari penyakit hati. Dan semoga kebaikan-kebaikan yang kita lakukan selama bulan ramadhan kemarin dapat terus kita lakukan walaupun ramadhan telah berlalu. Oh ya, saya minta maaf ya kalau selama ngeblog saya ada postingan saya, komentar saya atau apapun yang menyinggung atau kurang berkenan di hati teman-teman blogger semua. Mohon maaf lahir dan batin.

So blessed we were still given a chance to meet ramadhan this year. Hopefully each of us can be a better person and do prayers and deeds, not only in ramadhan but remains after. Aamiin ya rabbal alamiin. Selamat Hari Raya Idul Fitri!

Posted in Thoughts

Back From Hiatus

“Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving.” -Albert Einstein

Knock…knock…

Hello, guys! Long time no see.

IMG_20151122_1

It’s been a while since the last time I blogged. I’ve missed you, guys. Missed to post something, blogwalk, or give like and comment on other bloggers’ post. Not only on blog, I’ve also rarely been on other social media like twitter, instagram whatsoever. I’ve been quite busy these days. Besides, there were some things messy that I had to fix. Well yeah, I know everyone has problems, but there are always some problems that you think it’s very hard to overcome and it makes you feel devastated and depressed.

Now everything is okay. I’ve tried to do my best, and let Allah do the rest. Wise people say “Don’t ask God for an easy life, but ask Him to give you strength to face all troubles”. The most important thing is we can take a lesson from the problems we’ve got or mistakes we’ve made and we’ll be wiser to face the life. Whatever happens, happens. Just live the life and do the best!

I want to blog more often like the old days. But I don’t want to promise myself to post regularly. If I have time and in mood, I’ll be more often on blog. See ya, muggles!

Posted in Photography, Thoughts

WPC – Beneath Your Feet

“You can have whatever you want if you believe in yourself and keep your feet firmly planted in the ground.” – A. J. McLean

When I saw the featured photo on Weekly Photo Challenge: Beneath Your Feet, I remember that I have some pictures of my feet. I thought it was only me who likes taking picture of feet 😀 Although you can post different photos- not only a picture of feet- to represent this theme, I’ll still use a picture of my feet to fulfill this challenge. I have no reason, but I just love to take pictures of my feet. May be because a picture of feet looks cute to me or my feet are just cute? Hahahaha 😛

Feeling comfortable.
Feeling comfortable.

Anyway, talking about feet, what do you think when you hear the word “feet”? I feel so grateful that I have feet. So, I can walk, run, jump, or kick you in the face when I get mad? No, I am kidding 😛

Okay, let’s have a serious talk.

Feet will remind me of the ground. The meaning of ground here may vary. It could be the grass or floor that you stand, earth where you live, or your hometown. Yeah, hometown. Wherever we are now, no matter how many places we’ve been, we’ll never forget our hometown, where we came from. The longing that warms your heart when you miss your hometown, a smile on your face when you remember the little things in your hometown. The warmth of your hometown will always be with you wherever you go.

So, what else? Feet on the ground could mean that we have to always be a low profile person, no matter how many things we’ve achieved. When you succeed, don’t forget those who were with you when you were down. Don’t forget the things you did that makes who you are now. Because who you are in the present is the result of what you did in the past. So, go reach your dreams, but don’t forget to always put your feet on the ground.

Since it’s a special day for my country, I want to make a wish through this post.

Happy 70th Independence Day

My Beloved Country, Indonesia!

Dirgahayu Indonesiaku! Semoga negara kita menjadi negara yang lebih baik. Dan orang-orangnya pun menjadi lebih baik. Pemimpin agar selalu amanah, dan rakyatnya juga harus berbuat sesuatu, jangan hanya pintar mengkritik. Mari berbenah, for the better Indonesia. Merdeka!

Posted in Thoughts

All About Ramadhan and Idul Fitri

Today is the 6th day of Idul Fitri, but I hope it’s not too late to talk about Ramadhan and Idul Fitri. I want to share about what Ramadhan and Idul Fitri mean to me.

Eid Mubarak!
Eid Mubarak!

RAMADHAN

Ramadhan is a special month, a month that muslim will always wait for, a month that’s full of blessings, forgiveness, and guidance from Allah SWT. These are some things that I learn from Ramadhan.

Prayers and Deeds

As we know, in Ramadhan, Allah will give us rewards much more any other month for our prayers and deeds. Thus, we as muslim should do as much prayers and deeds as we can. It’s not only about taraweeh, tadarus, etc, but every good and positive thing could be valued as deed if we do it with a sincere heart, Insha Allah.

To Feel What The Poor Feel

We do shaum (fasting) from fajr to maghreeb, we are not allowed to eat, drink, and do anything that could break our fasting. By not eating and drinking for hours, we could feel what the poor feel when they are starving, don’t have any food to eat. Indeed, shaum can make us feel so grateful that we are so lucky compare to them.

Learning How to Maintain Ourselves

In Ramadhan there are some changes in our activities. For instance, of course we are not allowed to have lunch, but we do sahoor in early morning before fajr instead. Waking up early isn’t that easy, therefore we have to maintain ourselves to sleep earlier before midnight. At least, it’s a reminder for me, because I’m the person who is so lazy to wake up for sahoor, my mom is so patient to wake me up many times.

Self-Reflection (Muhasabah)

As for me, Ramadhan could be the time for me to do muhasabah. Although we need to do muhasabah everytime, not only in Ramadhan, but of course in Ramadhan there is a tendency that pushes us to reflect ourselves. Too many things to evaluate, but the followings are the things I want to manage the most.

– Gratefulness

We might not realize it that sometimes we moan about many things more often than being grateful for what Allah gives us. Try to look around, and we’ll find many things that make us feel so grateful in many ways.

– Patience

I have to confess that I’m a person who’s easily annoyed, gets mad for some inconveniences. Ramadhan teaches me how to be a patient one.

– Sincerity

We might often feel hard to let something go. Losing the ones we love, being humiliated by someone else, or any other things that lead us to the endless anger and sadness. To let go isn’t an easy thing to do, yet doesn’t mean we can’t. Be devoted to Allah and Allah will guide us to be a sincere one, insha Allah.

I hope every one of us can be a better person, not only in Ramadhan, but also the days after. Aamiin.

IDUL FITRI

Idul Fitri is a victory, especially for those who passed their shaum very well during ramadhan. In Idul Fitri we ask forgiveness to each others, happily doing silaturahim and being in togetherness.

My family doesn’t do mudik, since most of our big family have been living in Medan. Me and my mom would be waiting for my sisters and brother who have been married to come with their little families. But this Idul Fitri is a bit different, me and my mom celebrate Eid in Tangerang Selatan, at my sister’s house. We really enjoy our togetherness in Idul Fitri, although it could be a touching moment for us too because we miss our dad who passed away three years ago. Nothing we can do but sending him our prayers.

By the way, talking about Idul Fitri is not complete without talking about food. It’s a common thing that in Eid people will serve some special foods. It doesn’t mean that we have to celebrate Eid festively, but providing food and sharing it to our neighbours is something beautiful and has been part of tradition. In my family, just like others’, we also make Lebaran cakes and biscuits, rendang, dendeng, balado, etc. But the most special food for us in Eid is Lontong Sayur which is made by my mom.

Lontong Sayur Medan
Lontong Sayur Medan

I write this post to share with Indonesian Hijab Blogger  and all bloggers who are connected with me here. I know it’s a bit late, but I still want to wish you all HAPPY EID MUBARAK! Please forgive me for the mistakes I’ve made. I hope we can keep the beautiful silaturahim between us. May Allah always bless us all, aamiin.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436H

MINAL AIDIN WALFAIDZIN

Tulisan ini diikutsertakan dalam IHB Challenge All About Ramadhan & Idul Fitri.

Posted in Thoughts

Sang Fajar

Pagi itu, saat weekend setelah shalat subuh entah kenapa saya tidak bisa tidur lagi. Saya lalu memutuskan untuk ke rooftop dan membawa ponsel saya. Saya mengambil beberapa foto sekeliling rumah. Sun rises, the beauty of early morning never fails to amaze me. I took a deep breath. Udara pagi yang masih bersih, yang masih belum terlalu tercemari polusi, dan keheningan yang belum tercemari oleh kebisingan kota. Some thoughts crossed my mind…
image

Fajar dan Senja
Foto-foto yang saya ambil pagi itu mengingatkan saya akan foto-foto senja yang juga menjadi objek foto favourite saya. Menurut saya, pemandangan fajar menjelang matahari terbit memiliki kesamaan dengan pemandangan senja saat matahari tenggelam. Cahaya keemasan sang mentari yang menghiasi bias gelap langit. Dua fenomena yang dilukis oleh-Nya sebagai penanda waktu.
image

Saya tak ingin berfilosofi, tapi fajar dan senja mengingatkan saya akan usia manusia. Fajar mungkin mewakili usia manusia pada masa kanak-kanak, dan senja- seperti istilah “usia senja” yang sering kita dengar- mewakili manusia pada saat lanjut usia. Dua fase kehidupan yang tidak semua orang melewati keduanya. Karena banyak orang yang telah menghadap-Nya sebelum mencapai “senja”.

Jika berbicara usia, maka saya masih memiliki waktu yang panjang untuk saya jalani untuk meraih semua mimpi saya. Tapi jika berbicara tentang ajal? Maka tak ada yang mampu menjawab kecuali Sang Pencipta. Tak ada yang tahu pada usia berapa dan kapan seseorang akan kembali pada-Nya. Bahkan, kita tak tahu apakah kita akan sampai pada ramadhan yang hanya dalam hitungan jam. Semua adalah rahasia-Nya.

Rasa Syukur
Saat itu saya juga berpikir bahwa saya dapat menyaksikan keindahan alam karena saya memiliki mata. Dan bahkan bukan hanya mata, tetapi betapa beruntungnya saya karena saya terlahir dengan fisik yang sempurna. Rasa syukur yang tak ternilai dengan apa yang saya miliki ketika saya melihat mereka yang terlahir dengan keterbatasan fisik ataupun mereka yang memiliki fisik lengkap namun hidupnya kurang beruntung.
image

Namun terkadang orang-orang yang kurang beruntung itu yang malah menyadarkan kita untuk lebih bersyukur dalam hidup. Seberapa sering kita mengeluh dalam hidup? Saat jalanan macet rasanya suntuk gak jelas, padahal di dalam mobil gak kepanasan. A little girl who sells newspaper at the busy traffic crossroads says hi. Mengeluh saat gadget error, mengeluh saat mati lampu, mengeluhkan hal-hal kecil, sampai merasa malas melakukan aktifitas. A homeless boy who sleeps in the cold night and hasn’t eaten anything for days says hi. Dengan lebih membuka mata dan hati, semoga kita bisa menjadi orang yang lebih bersyukur.

Semangat Pagi
Pagi hari sering kita simbolkan sebagai semangat dalam memulai sesuatu. Banyak hal-hal yang kita lebih semangat melakukannya di pagi hari. Dan ucapan orang-orang bijak yang mengatakan bahwa pagi dapat menjadi penentu bagaimana kita menjalani hidup kita pada hari itu. Pagi yang dimulai dengan rasa syukur dan pikiran positif, Insya Allah akan memberikan kita semangat untuk menjalani hari kita.
image

Bagi saya, tulisan ini bukan hanya sebagai postingan menyambut bulan suci Ramadhan, tetapi lebih sebagai muhasabah untuk diri saya sendiri. Saya yang tanpa saya sadari terkadang suka mengeluh, mudah marah, jenuh, dan suka bad mood gak jelas. Belum lagi sifat malas dan suka menunda-nunda sesuatu. Saya ingin berubah menjadi seseorang yang lebih baik, tetapi entah kenapa rasanya untuk berubah itu sangat sulit. Tetapi lagi, semuanya tergantung niat kan. Insya Allah dimudahkan.
image

Dan lewat tulisan ini, saya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Saya ingin meminta maaf jika postingan saya, comment, atau apapun ada yang menyinggung perasaan. Semoga ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini diterima oleh Allah SWT. Dan semoga bulan ramadhan kali ini dapat kita jadikan pelajaran, semoga kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya di bulan ramadhan, tapi juga setelahnya dan berkelanjutan. Aamiin.

Marhaban ya Ramadhan.

Wallahua’lambishawab.

Posted in Thoughts

Tentang Ayah dan Bunda

Saya mungkin sudah sering menceritakan tentang orang tua saya di blog ini. Tapi saya tidak akan bosan menceritakan tentang mereka (semoga yang membacanya juga tidak bosan). Mereka adalah orang yang paling saya banggakan, sosok yang akan selalu menjadi inspirasi saya dalam hidup.

Almarhum ayah saya berdarah Sumatera Barat dan bunda saya berdarah Mandailing (Hasibuan). Saya lahir dan besar di Kota Medan. Well, jangan ajak saya berbicara bahasa Padang atau Mandailing ya. Ayah dan bunda selalu menggunakan Bahasa Indonesia di rumah. Bunda bahkan tidak bisa berbahasa Mandailing, karena sejak lahir sudah di Medan dan besar di lingkungan penduduk Jawa. Ayah semasa hidupnya selalu lancar berbahasa Padang, tapi hanya menggunakannya jika bertemu dengan sesama orang Sumatera Barat saja.

Alm. Ayah & Bunda
Alm. Ayah & Bunda

Ayah dan bunda adalah dua pribadi yang bertolak belakang. Ayah adalah orang yang tegas dan keras. Namun di luar sifat kerasnya itu, ayah adalah seorang yang sangat penyayang. Sedangkan bunda adalah orang yang sabar, sederhana, dan sangat ramah. Ketegasan ayah dan kelemah-lembutan bunda menjadi perpaduan yang luar biasa bagi kami, anak-anak mereka. Sikap sayang mereka selalu mereka tunjukkan walaupun terkadang dengan cara yang tidak sesuai dengan keinginan kami. Perhatian mereka juga tetap mereka berikan kepada abang dan kakak saya yang sudah berkeluarga. Saya sebagai anak bungsu tentunya sangat dimanjakan. Meskipun begitu, mereka tidak mendidik saya menjadi anak yang kolokan yang harus mendapatkan apapun yang saya mau. Mereka tetap bersikap tegas terhadap saya, dan selalu mengajarkan bahwa yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah.

My Dad Is My First Love and Hero

Jika berbicara tentang ayah, akan membuat saya selalu ingin kembali ke masa kecil. Ayahlah yang mengajarkan kami shalat dan mengaji, menceritakan kisah-kisah para nabi dan rasul kepada kami. Bersama bunda, ayah selalu memantau pelajaran-pelajaran sekolah kami. Saya sejak kecil sangat dekat dengan ayah. Ayah sering mengajarkan saya menyanyikan lagu-lagu wajib nasional, membujuk saya saat saya menangis, dan ayah adalah orang yang pertama saya panggil jika saya menangis.

Dalam berbicara, ayah selalu to the point, tidak terlalu suka berbasa-basi, namun ayah adalah orang yang demokratis dan open-minded. Karena itulah kami sering menjadikan ayah tempat diskusi dan bertanya tentang banyak hal. Ayah menjadi sosok pemimpin dan teladan dalam keluarga kami.

Menjelang kepergiannya, ayah sempat berpesan, yaitu agar kami selalu menjaga akidah kami dan jangan pernah meninggalkan agama. Kemudian agar kami selalu menjaga bunda dan martabat keluarga, dan menghindari pentengkaran antara kami . Dan ayah juga berpesan agar kami selalu berbuat kebaikan kepada sesama. Ayah bilang, orang yang bermanfaat bagi orang lain adalah orang yang mulia. Begitu hebatnya kepemimpinan ayah dalam keluarga kami semasa hidupnya membuat kami goyah ketika beliau meninggalkan kami. Sanggupkah kami ditinggalkan pemimpin terhebat di keluarga kami? Mampukah kami kehilangan seorang pahlawan besar dalam hidup kami? Tapi kami menyadari bahwa  kami harus berserah diri kepada Allah dan mengikhlaskan ayah.

My Mom Is the Most Beautiful Angel to Me

Kata-kata tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan bagaimana perjuangan seorang ibu dalam melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Saya pun tak akan bisa menggambarkan kehebatan bunda saya bagi saya lewat kata-kata. Di balik kelemah-lembutan bunda, bunda adalah sosok yang amat kuat dan tegar. Bahkan di saat ayah pergi, bunda lah yang menyemangati saya, membujuk saya untuk tidak terus larut dalam kesedihan saya. Bunda berkata bahwa ayah akan lebih senang jika melihat saya bersemangat dalam menjalani hidup dan mengejar cita-cita saya. Hal itu membuat saya tersadar, bunda yang kehilangan orang yang paling dia cintai, mampu berusaha tegar untuk menyemangati anaknya yang sangat manja seperti saya. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan bisa sehebat bunda suatu saat nanti.

Bunda adalah orang yang sangat sederhana, dia sudah merasa sangat bahagia apabila berkumpul bersama anak-anaknya dalam canda dan tawa. Jika kami meminta maaf kepadanya akan hal-hal yang terlewatkan atau yang belum kami wujudkan untuknya, maka bunda selalu menjawab bahwa kebahagiaan anak-anaknya adalah kebahagiaan terbesarnya. Dan bunda adalah salah satu amanah terbesar ayah. Ya, kami harus menjaga bunda, dan membuat bunda tersenyum adalah hal yang selalu ingin kami lakukan.

My Parents’ Love story

Selain tentang kepribadian ayah dan bunda, saya juga ingin berbagi tentang kisah cinta mereka. Kisah cinta ayah dan bunda bagi saya tidak kalah romantis dengan novel-novel ataupun film-film romantis yang sudah pernah ada. Ayah dan bunda sering bercerita bagaimana perjuangan mereka di awal-awal pernikahan mereka, bagaimana mereka saling support satu sama lain, dan bagaimana mereka membesarkan kami, anak-anak mereka. Bunda pernah cerita kalau dulunya bunda tidak menyukai ayah karena bunda sudah punya pacar. Tetapi ayah dan bunda dijodohkan, dan bunda bilang bahwa bunda dari yang tidak memiliki rasa sama ayah sama sekali, lama-lama jatuh cinta dan sangat mencintai ayah seiring dengan perjalanan rumah tangga mereka. Mata saya pun berbinar-binar ya kan setiap kali bunda menceritakan kisah cinta mereka. Ayah yang mendengarkan bunda bercerita biasanya cuma senyum-senyum aja.

Manisnya cinta mereka tetap terlihat sampai mereka tua. Walaupun tidak selalu ditunjukkan dengan dengan cara-cara romantis, tapi kami bisa melihat bagaimana kasih sayang antara ayah dan bunda. Jadi ayah sama  bunda ini sering banget berdebat kecil gitu, bisa tentang apa aja. Tapi gak lama abis itu mereka udah baikan lagi, udah mesra lagi. Sweet banget kan. Kalau mereka lagi berduaan, kadang saya suka iseng dong, ngagetin mereka dari belakang atau mecahin bungkus Chitato, hihi. Pokoknya, buat saya, kisah cinta di drama-drama Korea itu kalah deh sama kisah ayah dan bunda.

Songs for My Dad and Mom

The lyrics of these two songs for father always bring tears to my eyes.

Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja

Indahnya saat itu, buatku melambung

Di sisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu

Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

 

Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu

Patuhi perintahmu, jauhkan godaan yang mungkin kulakukan

Dalam waktuku beranjak dewasa, jangan sampai membuatku

Terbelenggu, jatuh, dan terinjak

 

Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya

Ku trus berjanji takkan khianati pintanya

Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu

Kan kubuktikan ku mampu penuhi maumu

(Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan ayah) – Ada Band feat. Gita Gutawa)

 ~~~

Back when I was a child

Before life removed all the innocence

My father would lift me high

And dance with my mother and me

And then spin me around ‘till I fell asleep

And up the stairs he would carry me

And I knew for sure I was loved

 

When I and my mother would disagree

To get my way, I would run from her to him

He’d make me laugh just to comfort me

Then finally make me do just what my mama said

Later that night when I was asleep

He left a dollar under my sheet

Never dreamed that he would be gone from me

 

If I could get another chance, another walk, another dance with him

I’d play a song that would never ever end

How I’d love love love to dance with my father again

(Dance with My Father – Luther Vandross)

Yeah, if only… I could get another dance with my dad, I’d play a song that would never ever end.

 ~~~

And this very popular Indonesian song is for my mom, my beautiful angel.

Kubuka album biru, penuh debu dan usang

Kupandangi semua gambar diri, kecil bersih belum ternoda

Pikirku pun melayang, dahulu penuh kasih

Teringat semua cerita orang tentang riwayatku

 

Kata mereka diriku slalu dimanja

Kata mereka diriku slalu ditimang

 

Nada-nada yang indah, slalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku, takkan jadi deritanya

Tangan halus nan suci, tlah mengangkat diri ini

Jiwa dan seluruh hidup rela dia berikan

 

Oh Bunda, ada dan tiada dirimu

Kan selalu ada di dalam hatiku…

(Bunda – Melly Goeslaw)

 ~~~

How grateful I am to Have Dad and Mom as My Parents

Bercerita tentang orang tua maka tidak akan pernah ada habisnya. Peran orang tua terhadap kita tidak akan pernah tergantikan. Jasa orang tua terhadap kita tidak akan mampu kita balas, kita hanya mampu membahagiakan mereka saja. Tidaklah heran, kedudukan orang tua dalam Islam sangat dimuliakan. Ridha Allah SWT terletak pada ridha orang tua. Kita tidak boleh melawan perintah orang tua kecuali itu bertentangan dengan ajaran agama. (Jika ada yang ingin mengoreksi dan menambahi, saya persilakan dengan senang hati)

Saya sadar tidak semua orang seberuntung saya. Ada anak sudah tidak bisa melihat ayah atau ibunya lagi sejak ia dilahirkan, atau bahkan kedua orangtuanya. Seorang anak yang kehilangan orangtuanya saat ia masih kecil, atau anak yang tidak dapat melihat jasad orangtuanya karena orangtuanya meninggal dalam kecelakaan besar, dsb. Seorang anak yang ditelantarkan oleh ayah dan ibunya, atau yang sama sekali tidak pernah merasakan perlakuan yang seharusnya ia dapatkan dari orangtuanya. Dan masih banyak kisah-kisah memilukan lain tentang anak dan orangtua. Kisah-kisah itu menyadarkan saya bahwa saya tidak boleh menyombongkan keberuntungan saya, melainkan saya harus mensyukurinya dan berempati dengan orang lain.

Ya. Saya sangat bersyukur karena saya diberikan Allah orang tua seperti ayah dan bunda. Orang yang akan selalu saya banggakan, dan menjadi pahlawan dalam hidup saya. Dan saya sadar, apa yang saya lakukan kepada mereka tidak akan pernah bisa membalas jasa mereka terhadap saya. Hanya Allah SWT yang mengetahui rasa cinta saya kepada mereka. Dan Allah jugalah yang akan membalas semua kebaikan orang tua saya, seperti yang tertulis dalam doa untuk kedua orang tua.

Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kama rabbayaanii shaghiiraa.

Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan ibu-bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.

Wallahua’lambishawab.

 

Untuk ayah  di sisi-Nya, maafin Icha jika ada banyak hal terlewati dan hal-hal yang belum sempat Icha lakukan untuk membanggakan ayah. Untuk bunda, terima kasih selalu sabar menghadapi gadis kecilmu yang manja dan keras kepala ini. Thanks Dad and Mom. Words aren’t enough to describe how much I love you…

Posted in Thoughts

A Letter to My Dad

Dear Dad…
It’s me, your little girl. Dad, it has been three years since you passed away. Don’t you know how much we miss you? You’re gone, yet all the memories about you live on.

image

I remember when I was little, you used to be my hero. You taught us, your children everything. I am so grateful that we learnt how to read Al-Qur’an from our own father. When I was a little kid, I was just a cry baby, easily annoyed by everything. I would come to you every time I cried, or when I felt annoyed by sisters or brother. When mom got a bit upset because I would rather playing with my friends than having lunch first, I would call you. And you would calm me down and told me that was because mom loved me so much, she didn’t want me to be ill. And when you were back from work, you would bring me and mom to go out to cheer me up, and I was allowed to buy anything I wanted. You and mom were so patient and never get mad at me since I’m the youngest child.

Despite your patience, you were very strict. You would say yes for yes, and no for no. You were a ‘to the point’ person. You knew the personalities of your wife and children very well, even sometimes you knew us more than we did. You were an open-minded one. You were the place where we could ask and discuss about anything. Even I often told you about a boy that I had a crush on at school. You had a good sense of humour too. The most important thing is that you always told us to do good deeds to anyone. You were a great role model to us.

Dad, I know I was so stubborn and selfish. I remember when I had a try-out test for my high school final exam, you didn’t allow me to go to the place where the test would be held because I had flu at that time and you were worried that my health would get worse and I wouldn’t be fit prior to the final exam itself. I was upset, didn’t want to talk to you and cried all night, you asked mom to calm me down. In the morning, I apologized to you, and you promised to buy me another complete final-test prediction book. At school, I asked my friend who went to the try-out test for the test sheet. I brought it to home, and when you went home, you gave me the book that you promised. I was so surprised because the questions in that try-out test sheet were pretty much the same with one part of that final test prediction book that you bought. In fact, I didn’t fully do the tests on that book or study whatsoever because I chose to relax my thought. Just be relax, that’s the key, you said. And so grateful, I passed all my final exams with good results.

Dad, I apologize if there were things I did that made you disappointed. I’m sorry for my dreams that I haven’t caught to make you proud. Dad, you were our true leader. Don’t you know how devastated we were when you left us? I was hospitalized, it was such a mental breakdown for me. I have become an introvert since then. But seeing how strong mom is, I realize that I was so selfish. Mom must be more devastated, she lost her soulmate, her everything. But she always tries to be strong. Mom told me ‘Your father wouldn’t like seeing you in sadness. All you need to do now is to always be devoted to Allah, send your prayers to dad, and chase your dreams again. And your dad will be happy there.” She is right. Here I am now, try to get back to real life and open my heart to care about people around me. And now, the most important thing to us is mom. We will do everything for her smile and happiness. Thanks Dad for everything. You’re gone, but you will always be alive, here in our hearts. We love you, Dad…

Today, April 12th, is exactly three years after my dad passed away. I don’t intend to make this post sound gloomy. I just want to share my feelings, I miss my dad so much.